ENDE, FLORESPOS.net-Peran kader kesehatan desa kembali menjadi sorotan dalam upaya pengendalian Tuberkulosis.
Tim Dosen Program Studi Keperawatan Ende melaksanakan penelitian tentang “Efektivitas Peran Kader Kesehatan Terhadap Penemuan Kasus Suspek TBC” di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende.
Kegiatan ini berlangsung pada 28 Juli 2026. Penelitian ini menyasar 40 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wolowaru.
Materi yang diberikan meliputi cara skrining gejala “4T” TBC, teknik komunikasi, pengisian formulir, dan alur rujukan ke Puskesmas. Puskesmas Wolowaru Terpilih dari 26 Puskesmas di Ende.
Kepala Puskesmas Wolowaru, Eduardus Bewa, SKM menyampaikan apresiasi atas terpilihnya wilayahnya sebagai lokasi penelitian.
“Kami sangat berterima kasih karena dari 26 Puskesmas di Kabupaten Ende, Puskesmas Wolowaru dipercaya menjadi lokasi penelitian oleh Tim Dosen Prodi Keperawatan Ende. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujarnya.
Lebih lanjut ia berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan sungguh-sungguh oleh seluruh kader.
“Saya berharap pelatihan ini diikuti dengan serius oleh para kader. Jadikan ini sebagai dasar ilmu dalam melakukan kunjungan rumah. Kader adalah garda terdepan kita dalam menemukan suspek TBC sedini mungkin,” tegas Eduardus Bewa, SKM.
Ketua Tim Peneliti dari Prodi Keperawatan Ende, Maria Salestina Sekunda, SST, M.Kes, Ns, juga menyampaikan harapannya terkait penelitian ini.
Kata Sekunda, dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini pihaknya berharap dapat membantu meningkatkan jumlah penemuan kasus suspek TBC di wilayah kerja Puskesmas Wolowaru.
Ia menegaskan kader yang terlatih akan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.
Data hasil penelitian ini nantinya akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ende sebagai bahan evaluasi program penanggulangan TBC.
“Para kader diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dengan Puskesmas dalam memutus rantai penularan TBC. Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, Puskesmas, dan kader, diharapkan target eliminasi TBC di Kabupaten Ende tahun 2030 dapat tercapai,” kata Sekunda.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando









