Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training - FloresPos Net

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Dalam upaya membangun sinergi dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan inklusif di wilayah Flores, Lembaga In Flores resmi membuka kegiatan Gender Leadership Training di Hotel Revayah, Ruteng, Manggarai, pada Kamis (25/6/2026).

Pelatihan ini menjadi wadah strategis bagi perwakilan lintas daerah, mulai dari Ngada, Bajawa, Manggarai Timur, Manggarai (Ruteng), hingga Manggarai Barat.

Mengusung pendekatan partisipatif, kegiatan hari pertama ini berlangsung dinamis dengan melibatkan berbagai metode diskusi kelompok serta sesi ice breaking yang dirancang untuk membangun keakraban serta menyegarkan suasana di antara peserta.

Menanam Fondasi Kepemimpinan

Dalam sesi pembukaan, Jeni, salah satu fasilitator, menekankan pentingnya pengembangan diri melalui filosofi “Pohon Kehidupan”.

Menurutnya, setiap individu harus mampu mengidentifikasi fondasi dirinya agar dapat tumbuh dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

“Akar adalah fondasi diri, batang melambangkan kemampuan diri, cabang atau ranting adalah harapan, dan buah adalah hasil yang kita berikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain,” ujar Jeni dalam pemaparan materinya.

Membedah Konstruksi Gender dan Kepemimpinan

Salah satu sorotan utama dalam pelatihan ini adalah sesi mengenai Kesetaraan Gender yang dibawakan oleh Ibu Ecil dari Lembaga In Flores. Sesi ini bertujuan meluruskan pemahaman mengenai perbedaan antara kodrat dan konstruksi sosial (gender).

Baca Juga :  Pastor Paroki Kajong, Manggarai, Kedepankan Pastoral Tangan Kotor Demi Umatnya

Ecil menegaskan bahwa peran-peran kepemimpinan sering kali terhambat oleh stereotip budaya yang salah kaprah.

“Menjadi ketua kelompok atau pemandu wisata bukanlah kodrat, melainkan soal kompetensi, pendidikan, dan peluang sosial. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk menghapus stereotip dan memastikan setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, dapat berkarya tanpa batasan yang tidak relevan,” jelas Ecil.

Ia menambahkan kolaborasi antara Ayah, Ibu, dan anak dalam kelompok usaha harus dibangun melalui komunikasi yang intens.

“Laki-laki pun mampu dan dapat menjalankan peran domestik dengan sangat baik, begitu pun perempuan mampu menjadi pemimpin hebat,” tambahnya.

Komunikasi sebagai Kunci Rising Star

Sementara itu, materi dari Utomo menyoroti kesiapan memasuki era baru dalam dunia kerja dan organisasi. Ia menekankan perlunya ketenangan diri, karakter yang kuat, dan optimalisasi eksistensi agar para peserta mampu menjadi rising star di daerahnya masing-masing.

Baca Juga :  Kapolres Nagekeo Pastikan Wilayahnya Bebas dari Premanisme

“Kita sedang menuju era one point zero karakter, era 5.0. Untuk mencapainya, kita memerlukan ketenangan diri, karakter yang kokoh, dan kemampuan mengoptimalkan eksistensi diri,” ujar Utomo.

Selain aspek karakter, pelatihan ini juga menekankan pentingnya manajemen komunikasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kelompok usaha. Peserta diajak memahami bahwa hambatan komunikasi—baik verbal, tulis, maupun gestikulasi—dapat diatasi dengan penggunaan istilah yang sederhana dan kontekstual sesuai dengan audiens.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai pelosok Flores ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang inklusif dan pengusaha-pengusaha yang hebat.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan edukasi yang tinggi bagi generasi muda, diharapkan potensi desa di seluruh Flores dapat dikelola dengan lebih maju dan bersih.

“Kita semua berharga dan memiliki potensi serta skill dalam bentuk usaha apapun. Kerja sama yang intens dan kolaborasi lintas sektor adalah fondasi utama bagi kemajuan kelompok usaha kita,” tutup para fasilitator dalam sesi diskusi kelompok. *

Penulis : Milikior Sobe, S.Fil. (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia
Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:13 WITA

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:21 WITA

Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta

Berita Terbaru

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA