LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir tahun anggaran 2025 menyewa lahan seluas 200 hektar (ha) untuk Sentra Peternakan Sapi.
Penandatangan sewa lahan peternakan sapi di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga seluas 200 ha oleh Pemda dengan pemilik lahan terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 di ruang kerja Bupati Flores Timur.
Sebelum penandatanganan, sebagaimana disaksikan Florespos.net, rencana sewa lahan 200 ha telah diusulkan Pemda melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Setelah melalui pembahasan yang begitu alot bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Flores Timur pada momen Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, pada Oktober 2025 lalu, sewa lahan ini disetujui dan ditetapkan.
30 Ha Sudah Dikelola
Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Flores Timur, Vianey Tiki Tokan ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026) mengatakan lahan yang disewa untuk Sentra Peternakan Sapi seluas 200 ha berlokasi di Wolo Kolo, Desa Lamatutu.
Dari luas lahan 200 hektar tersebut, jelas Vianey Tokan, sesuai rencana awal termasuk anggaran pada tahun anggaran 2025, sekitar 60 ha akan dikelola sebagai Sentra Peternakan Sapi.
Namun dalam perkembangan karena adanya efisiensi anggaran maka diputuskan dikelola atau dimanfaatkan seluas 30 ha.
Vianey Tokan menjelaskan, dalam 30 ha itu ada sejumlah item yang dikerjakan, yakni pembukaan jalan usaha tani (JUT), pengadaan bibit hijau makanan ternak (HMT), pembuatan pagar hidup, penanaman HMT, pengolahan lahan dan hari orang kerja (HOK).
“Tahun anggaran 2025, sekitar 60 ha diolah. Karena efisien anggaran saat ini sudah dikelola 30 ha. Nomenklaturnya Sentra Peternakan Sapi. Total anggaran Rp 1 miliar lebih. Sistem swakelola tipe 3. Ini ditangani oleh lembaga Barakat,” katanya.
“Luas lahan 200 ha tentu seluruhnya akan dimanfaatkan untuk Sentra Peternakan Sapi,” tambah Vianey Tokan.
Selain dikerjakan oleh lembaga, kata Vianey Tokan, pihaknya tengah konsentrasi membangun jaringan air dari sumber mata air terdekat menuju lokasi utama Sentra Peternakan Sapi.
“Di lokasi saat ini kami sedang konsen buat jaringan air, tapi belum naik sampai di atas bukit. Kami juga pikirkan untuk pakai pompa air naik ke atas. Selain itu, kami juga dapat sumber mata air baru di sekitar situ,” katanya.
Vianey Tokan bilang, pihaknya juga akan merekrut 20 orang karyawan yang bekerja di lokasi. “Sekitar Juli ini masuk 20 karyawan yang kami rekrut untuk kerja di lokasi,” katanya.
Terkait 30 ha lahan sudah dikelola dengan sejumlah item tersebut juga disampaikan Yosef Arnoldus Pati Hurint, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), saat ditemui, Senin (11/5/2026).
“Sesuai yang saya tangani sebagai PPK, seluas 30 ha yang dimanfaatkan untuk tiga item kegiatan ini, yakni pembukaan jalan usaha tani (JUT), menanam dan pengolahan lahan,” katanya
“Di item menanam ini terdapat beberapa pekerjaan, yakni pengadaan bibit HMT, penanaman tanaman pagar, menanam beberapa jenis tanaman HMT dan HOK,” jelas Yosef Arnoldus.
Yosef Arnoldus bilang, total anggaran untuk kegiatan persiapan sentral pengembangan sapi di Wolo Kolo, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga sebesar Rp. 1.002.000.000.
“Program kegiatan ini dilakukan dengan sistem swakelola tipe 3, dikerjakan oleh lembaga dalam hal ini LSM Barakat,” katanya.
Rencana Kegiatan Tahun 2026
Sementara untuk tahun anggaran 2026, kata Vianey Tokan, dalam perencanaan anggaran dan pekerjaan, yakni pengadaan kawat untuk pembatas kawasan dan pembangunan mess.
“Untuk tahun 2026 ini, ada pengadaan kawat pembatas dan saat ini sudah berproses, pembangunan mess, dan pembersihan lahan,” katanya.
Vianey Tokan juga bilang untuk pengadaan sapi, pihaknya sudah menjajaki sejumlah daerah. Dia menyebut, Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS. “Jenis sapi bali,” katanya. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










