Disparbud Flores Timur Gelar Workshop, Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesenian Tradisional - FloresPos Net

Disparbud Flores Timur Gelar Workshop, Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesenian Tradisional

- Jurnalis

Jumat, 22 September 2023 - 15:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur, NTT, menggelar workshop peningkatan kapasitas lembaga kesenian tradisional, di Aula Hotel Sunrise, Kamis (21/9/2023).

Workshop melibatkan 40 peserta berasal dari sanggar-sanggar yang tersebar di Flores daratan, Pulau Solor dan Pulau Adonara.

Kegiatan itu dibuka oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Andreas Kewa Ama mewakili Penjabat Bupati Flores Timur.

Kepala Disparbud Flores Timur, Emanuel Lamury dalam sambutan mengatakan, Flores Timur terbatas sumber daya manusia (SDM) teknis di bidang kesenian.

Selain SDM teknis, juga pendanaan terbatas, infrastruktur serta saran-prasarana berkesenian yang minim.

Dengan kondisi tersebut, Eman Lamury berpesan agar para seniman atau pegiat seni di Kabupaten Flores Timur khususnya mesti bersatu.

“Jangan ada sikut-sikutan agar bisa berkonsentrasi mengembangkan diri, berkolaborasi dan berkontribusi terhadap perkembangan masyarakat,” pesan dia.

Dia juga berpesan perlu ada kerjasama dan kolaborasi yang intens antara lembaga-lembaga kesenian, seniman, pegiat seni dengan pemerintah.

“Semoga terus ada kerjasama antara pemerintah, lembaga kesenian dan seniman serta publik seni demi penciptaan kondisi dan ekosistem berkesenian yang lebih baik,” kata Eman Lamury.

Baca Juga :  Petani Satar Mese, Manggarai, Gelar Ritus Adat Tolak Bala Usir Hama Tikus

Sementara Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi dalam sambutan tertulis yang dibaca Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andreas Kewa Ama menyatakan dukungan terhadap kegiatan pengembangan kesenian tersebut.

Doris Rihi mengatakan, seni melekat erat dan berkontribusi bagi pengembangan sumberdaya manusia. Dia berharap setelah workshop peserta dapat mengelola sanggar dengan lebih baik.

“Membangun jejaring pertemanan dan pergaulan kesenimanan dalam rangka menciptakan ekosistem kesenian yang terus bertumbuh dan berkembang dari tahun ketahun,” katanya.

Diskusi Workshop

Pegiat Seni Flores Timur Silvester Petara Hurit yang juga Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya pada Disparbud Flores Timur mengatakan, Workshop Peningkatan Kapasitas Lembaga KesenianTradisional itu menghadirkan narasumber Rama Thaharani.

Rama Thaharani adalah, seorang produser independen yang sudah lebih dari 20 tahun konsen pada kolaborasi dan pertukaran internasional terutama pada penciptaan karya baru, penyelenggaran festival dan forum.

Pada workshop itu juga dilangsungkan diskusi peserta dengan narasumber.

Rama Thaharani membagikan pengalamannya bekerjasama dengan seniman dan lembaga kesenian dari pelbagai negara antara lain Amerika Serikat, Australia, Finlandia, Inggris, Iran, Jepang, Jerman, Norwegia, Perancis, Spanyol membuatnya menyadari pentingnya mengenal pelbagai praktek seni pertunjukan Indonesia.

Baca Juga :  Perikanan Jadi Fokus Program Bupati dan Wabup Flores Timur, Dinas Perikanan Siapkan Data Kelompok dan KSO ICS

Rama Thaharani membagikan pengalamannya dengan harapan peserta workshop melihat konteks tradisi, modal sosial, budaya yang ada untuk kemudian memulai dari yang ada.

Bertumbuh bersama, berkolaborasi dan berjejaring demi proyeksi ke masa depan agar kesenian terus tumbuh, berkembang dan memiliki aktualitas. Relevan dan berdaya sesuai dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Terhadap festival yang jadi salah perbincangan peserta workshop, Rama Thaharani menawarkan festival sebagai jembatan solidaritas.

Bertemunya seniman, penonton, karya, pengamat yang berlangsung secara berkelanjutan. Dan ruang diskusi dan percakapan yang jangan dibebani dengan format-format lomba/kompetensi.

“Seni jangan dibebani sekian tuntutan lomba. Seni membebaskan. Maraknya aktifitas kesenian membuat kota terasa tumbuh dan berdenyut. Seni punya peran besar mendinamisasikan kehidupan,” ujar Maria Sesilia Deran Nuho, salah seorang anggota panitia workshop. *

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Pemkab Sikka Tegaskan Tidak Pernah Melarang Penjualan BBM Eceran Untuk Kebutuhan Ekonomi Rumah Tangga
Puluhan Putra Terbaik Flobamora Jadi Pengurus DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT Periode 2026-2031
Kantor Pertanahan Nagekeo Genjot PTSL 2026 dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Dua Desa
Keuskupan Maumere Siap Selenggarakan Kegiatan Nusra Youth Day Ketiga
BPOLBF dan BPS Manggarai Barat Perkuat Ekosistem Pariwisata Berbasis Data
Nusra Youth Day di Keuskupan Maumere Akan Dihadiri Ratusan OMK Dari 9 Keuskupan
Mediasi Pelapor dan Tersangka Oleh Polda NTT di Polres Sikka Terkait Perkara Pidana, Bukan Konflik Agraria
Mediasi dan Restorative Justice Gagal Capai Kata Sepakat, PT. Krisrama Siap Lanjutkan Proses Hukum
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:18 WITA

Pemkab Sikka Tegaskan Tidak Pernah Melarang Penjualan BBM Eceran Untuk Kebutuhan Ekonomi Rumah Tangga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:39 WITA

Puluhan Putra Terbaik Flobamora Jadi Pengurus DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT Periode 2026-2031

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:52 WITA

Kantor Pertanahan Nagekeo Genjot PTSL 2026 dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Dua Desa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:15 WITA

BPOLBF dan BPS Manggarai Barat Perkuat Ekosistem Pariwisata Berbasis Data

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:01 WITA

Nusra Youth Day di Keuskupan Maumere Akan Dihadiri Ratusan OMK Dari 9 Keuskupan

Berita Terbaru

Opini

Generasi Emas yang Cemas (Krisis Sunyi di Balik Mimpi 2045)

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:14 WITA