MAUMERE, FLORESPOS.net-Tantangan dari seluruh pemerintah daerah hari ini bahkan secara nasional bahwa kita dihadapkan oleh berbagai situasi khususnya di bidang ekonomi yang sangat sulit.
Akibatnya, semua pemerintah daerah dituntut untuk bagaimana memaksimalkan seluruh potensi yang ada di setiap daerah yang kemudian menjadi sumber penerimaan dan dan berdampak pada peningkatan PAD.
“Oleh karena itu, segala daya upaya perlu kita lakukan, termasuk di Kabupaten Sikka adalah melibatkan pihak-pihak lain seperti Globalindo yang selama ini sudah bekerja sama dengan kita memaksimalkan potensi-potensi penerimaan,” sebut Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Sikka pun mulai menerapkan e-retribusi parkir iyang merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Sikka.
Juventus mengaku bersyukur sebab untuk provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kabupaten Sikka yang berani mengambil pilihan ini untuk bagaimana menerapkan e-retribusi parkir.
Bupati Sikka mengatakan kalau di NTT ini mungkin cara yang luar biasa tetapi cara-cara ini sudah lazim digunakan di daerah-daerah lain dalam rangka menekan upaya kebocoran.
“Kita bersyukur Kabupaten Sikka yang pertama kali menerapkan ini di NTT. Saya beberapa berkomunikasi dengan dinas perhubungan untuk meminta laporan terkait hal ini,” ungkapnya.
Juventus mengaku beberapa kali menggunakan kendaraan pribadi menggunakan celana pendek dan menggunakan topi makan mie ayam di belakang Gelora Samador Maumere.
Dirinya membayar biaya parkir tapi petugasnya tidak memberikan karcis bahkan saat ditanyai mereka mengaku uangnya dipakai untuk beli makan dan rokok.
Ia mengaku selalu sampaikan bahwa sebenarnya daerah seperti Sikka dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 sebesar 5 persen lebih, sebenarnya perputaran uang itu besar.
“Harusnya berdampak pada potensi, berdampak pada penerimaan daerah.Tapi kalau kemudian penerimaan daerah kita belum maksimal, berarti ada yang keliru.” ucapnya.
Juventus meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pegawai swasta memberi contoh untuk taat membayar retribusi parkir tepi jalan.
Dirinya bahkan mewajibkan ASN untuk bisa menjadi member dan memiliki kartu parkir yang biayanya per bulan sekitar Rp30 ribu dan bisa digunakan kapan saja selama sebulan.
Dia meminta para pegawai, mereka semua yang berseragam dinas agar patuh dan menjadi contoh bagi warga biasa dalam membayar retribusi parkir di tepi jalan.
“Saya mendapat informasi bahwa kadangkala karena kita pakai seragam, diminta sama juru parkir untuk bayar biasanya kita nantang balik. Eh, kenal saya ka tidak? Tahu saya ke tidak?. Nah, ini bahaya ini,” ucapnya.
Juventus meminta agar apabila ada yang tidak membayar maka difoto orangnya dan dilaporkan sebab dirinya pun beberapa waktu lalu pernah menangkap langsung.
Dia juga mengapresiasi adanya jur parkir resmi yang berseragam dan memiliki tanda pengenal merupakan langkah yang penting, kebijakan yang baik untuk membangun budaya yang tertib, budaya pelayanan dan budaya kerja yang profesional.
Ia mengatakan, harus dilatih professional bekerja dengan pihak ketiga seperti ini supaya ada target yang dicapai dan dirinya sampaikan bahwa terhadap target yang sudah ditentukan apabila tidak tercapai maka perlu dilakukan evaluasi.
“Saya minta juga nanti bertugas di lokasi Car Free Night sebab saya lihat pemasukan yang disetor sangat kecil dan saya tidak percaya,” ungkapnya.
Juventus juga mengakui pemerintah sedang menjajaki kerjasama juga dengan PT Globalindo untuk melakukan penataan taman tsunami sebab bila mau dibangun dengan kondisi keuangan daerah saat ini tentunya sulit.
Untuk itu, upaya kerjasama-kerjasama dengan pihak ketiga, dengan mitra untuk bangun daerah ini menjadi sangat penting.
Ia mengaku nantinya akan dibicarakan tentang pengelolaan taman tsunami ini termasuk dengan Karang Taruna Kelurahan Kota Baru dan para pelaku UMKM untuk sama-sama melakukan penataan.
“Semoga bisa ada titik temu untuk proses pembangunan atau revitalisasi taman tsunami kita ke depan. Dengan begitu selain lebih indah dan asri, juga bisa memberikan pendapatan bagi daerah dan bisa membuka lapangan kerja,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










