ENDE, FLORESPOS.net-Perum Bulog Ende di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengoptimalkan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri guna memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Langkah ini dilakukan secara intensif di berbagai wilayah Indonesia seiring dengan masuknya musim panen raya di sejumlah sentra produksi padi termasuk di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Bulog Ende, Arlan Emtri kepada Florespos.net, Kamis (16/4/2026) mengatakan pada musim panen tahun 2025 lalu pihaknya menyerap beras dari petani lokal sebanyak 61 ton.
Penyerapan tersebut dilakukan oleh Bulog dari petani yang berada di wilayah utara Ende yaitu di lokasi Wewaria, Ranokolo dan Maurole.
Bulog membeli beras milik petani dengan harga standar sesuai ketentuan dari pemerintah yaitu Rp 12.000 per kilogram.
Kepala Bulog Ende juga mengatakan pada tahun ini Bulog akan kembali menyerap atau membeli beras petani lokal pada masa panen Mei 2026.
“Kita akan kembali membeli beras petani pada masa panen bulan Mei ini. Langkah ini kita lakukan untuk menjaga harga beras saat musim panen dan bertujuan membantu petani”, kata Kepala Bulog Ende.
Diberitakan di media ini sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ibrahim Gadir Dean kepada Florespos.net, Jumat (10/4/2026) mengatakan pada musim tanam Oktober 2025 – Maret 2026, petani di Ende sudah menanam padi di lahan seluas 3.521, 65 hektar.
Dari luas lahan tanam tersebut diprediksi akan panen pada bulan Mei 2026 dengan estimasi 4,5 ton per hektar. Dinas Pertanian memprediksi seperti ini karena curah hujan di Ende cukup bagus pada musim tanam tersebut dan tidak ada masalah signifikan.
Gadir juga menyebutkan memang pada awal musim tanam lalu terjadi serangan hama tikus namun serangan tersebut bukan pada lahan tanam tetapi pada tempat persemaian.
“Pada awal dan akhir tahun lalu ada serangan dari hama tikus namun serangan hama tersebut terjadi pada tempat persemaian bukan lahan lahan tanam. Maka tidak berdampak pada gagal panen tetapi gagal tanam saja”.
Setelah serangan hama, Dinas Pertanian turun ke lokasi membantu membagi racun tikus dan mengarahkan petani untuk kembali menanam. Hasilnya petani kembali menanam sehingga masa panen bergeser hingga ke bulan Mei 2026.
“Puncak musim panen padi di Ende terjadi di bulan Mei 2026 dan mungkin kita bisa panen raya karena lahan tanam kita cukup luas”.
Dinas Pertanian Ende memastikan pada tahun ini tidak terjadi gagal panen karena kondisi tanaman dan lahan tanam tidak ada masalah yang signifikan.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










