Gempa Berkali-kali Guncang Adonara–‘Mau Tinggal di Dalam, Tapi Tembok Rumah Banyak yang Retak’ - FloresPos Net

Gempa Berkali-kali Guncang Adonara–‘Mau Tinggal di Dalam, Tapi Tembok Rumah Banyak yang Retak’

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 11:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Gempa berkekuatan 4,6 Magnitudo mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (8/4/2025). Berdasarkan laporan, titik gempa berada antara Pulau Solor dan Pulau Adonara.

Gempa susulan terus terjadi bahkan berkali-kali hingga Sabtu (11/4/2026) siang. Gempa Sabtu siang sekitar pukul 13.06 WITA dirasakan Florespos.net ketika berada di Kampung Aukoli RT 01 Dusun 1, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.

Warga yang umumnya berada di luar rumah sempat panik. Rumah-rumah warga yang sebagian sudah retak tampak bergoyang.

“Cukup besar gempanya. Sedikit panik, tapi rasanya sudah terbiasa karena sudah berulang kali. Waktu gempa pertama pada Rabu hingga Kamis kemarin memang sempat panik,” ungkap Hassan Bahi, warga Kampung Aukoli.

Gempa di wilayah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Pulau Solor terjadi sejak Rabu (8/4/2026) malam disusul hingga Sabtu siang.

Laman resmi X-Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan, sejak Rabu hingga Sabtu (11/4/2026), sudah 143 kali gempa mengguncang dua wilayah itu.

Gempa susulan terbaru terjadi pada Sabtu pukul 12:19 WIB. Kekuatan gempa 2,6 magnitudo. Titik episenter gempa bumi terletak di 8.45 LS, 123.17 BT atau sekitar 27 KM, arah Tenggara dari Kota Larantuka, dengan kedalaman 6 KM.

Baca Juga :  Sebelum Pembersihkan Lahan HGU Nangahale di Sikka, PT. Krisrama Lakukan Pendekatan Persuasif

“Hari ini, sudah lebih dari tiga kali terjadi gempa. Gempa susulan terjadi sejak pukul 03.00 sampai siang ini. Saya hitung sudah 5 kali gempa,” sebut Hasan.

“Lumayan, getaran cukup besar. Hari ini (Sabtu) sudah lima kali terjadi gempa susulan,” tambah beberapa rekan wartawan yang sejak Kamis siang berada dan meliputi bencana gempa yang terjadi di wilayah Adonara Timur.

Gempa susulan yang terjadi berkali-kali ini membuat warga setempat semakin was-was. Sebagian besar bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya sudah retak bahkan ada yang bergelantung.

“Saya punya rumah pada bagian belakang sudah retak saat gempa pertama kali. Awalnya hanya slot atas rumah runtuh. Tapi gempa susulan pada Kamis kemarin, tembok dapur bagian belakang runtuh,” kata Hasan Bahi.

Sejak hari pertama gempa, Hasan Bahi bersama keluarga dan dua kepala keluarga lainnya memilih membuat secara mandiri dan tidur di tenda darurat di halaman depan rumah.

“Gempa susulan terus terjadi. Kita mau tinggal di dalam tapi tembok rumah sudah banyak yang retak. Berbahaya,” kata Hasan Bahi menambahkan.

“Saya dan keluarga tidur di tenda ini. Kami 3 kepala keluarga. Terpal ini kami beli sendiri.”

Baca Juga :  Seminar Pesta Berlian SMPS Mater Inviolata Larantuka, Membangun Kualitas Sekolah Katolik Menuju Masa Depan

Warga Butuh Layanan Kesehatan

Pantauan Florespos.net di Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, titik yang mengalami dampak cukup besar dari bencana gempa terdapat sejumlah tenda dari BPBD Kabupaten Flores Timur.

Sebagian besar warga masih memilih tinggal di tenda di luar rumah. Namun belum terlihat dengan baik posko pelayanan kesehatan.

Kepada wartawan, warga meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat membangun Posko Pelayanan Kesehatan agar dapat melayani warga baik yang bertahan di rumah maupun yang tinggal di tenda-tenda.

Delapan Desa Terdampak

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak delapan desa di dua kecamatan, terdampak dari gempa ini.

Desa-desa di Kecamatan Adonara Timur adalah Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawatan, Karinglamalouk, Waiwerang, Desa Ipi Ebang. Desa di Kecamatan Solor Timur adalah Watan dan Wato Buku.

Sementara bangunan rumah warga yang rusak berjumlah 248 unit. Fasilitas umum yang rusak berjumlah 10 unit di antaranya 2 Mushola, 1 Masjid, dan 5 gedung sekolah, serta 2 fasilitas umum lainnya ikut rusak.

Terdapat 285 Kepala Rumah Tangga atau 1.313 jiwa mengungsi dan tinggal di tenda-tenda dan posko pengungsian. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Di Usia Senja Mama Tima Bertahan di Rumah Tua yang Hampir Rubuh
Fakta Lain Dibalik Patung Bung Karno yang Berada di Taman Renungan Kota Ende
Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Berita ini 239 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:41 WITA

Di Usia Senja Mama Tima Bertahan di Rumah Tua yang Hampir Rubuh

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:30 WITA

Fakta Lain Dibalik Patung Bung Karno yang Berada di Taman Renungan Kota Ende

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Di Usia Senja Mama Tima Bertahan di Rumah Tua yang Hampir Rubuh

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:41 WITA