SMK Kunci Ilmu Ende, Jamin Pendidikan Anak di Tengah Efisiensi - FloresPos Net

SMK Kunci Ilmu Ende, Jamin Pendidikan Anak di Tengah Efisiensi

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 15:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada pendidikan, lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta mesti tetap hadir memberikan jaminan  dan mengutamakan pendidikan anak.

Lembaga pendidikan wajib  memberikan ruang kepada anak untuk mendapatkan hak pendidikan meski dalam dampak ekonomi. Mengurangi biaya pendidikan atau sekolah gratis adalah bagian dari cara agar anak tetap mendapatkan haknya.

Terobosan berani memberikan jaminan agar hak pendidikan anak tetap dipenuhi saat ini  tidak berani dilakukan oleh semua sekolah. Sebagian besar sekolah baik pemerintah maupun swasta masih menekankan biaya pendidikan meski orangtua  siswa dalam tekanan ekonomi.

Kondisi ini berdampak pada anak hingga anak harus meninggalkan sekolah karena terkendala uang.

Melihat situasi seperti ini salah satu lembaga pendidikan swasta di Kabupaten Ende, Provinsi NTT yang bernama SMK Kunci Ilmu mengambil langkah berani menjamin pendidikan anak meski dalam tekanan ekonomi atau efisiensi.

Kunci Ilmu  hadir sebagai oase dengan menyediakan program pendidikan gratis dan berkualitas kepada siswa bukan satu semester atau satu tahun tetapi kebijakan ini berlaku hingga siswa tamat atau lulus dari sekolah ini.

Program ini menjadi angin segar, khususnya bagi keluarga kurang mampu dalam himpitan ekonomi yang sedang melanda semua sektor kehidupan.

Baca Juga :  DLH Ende Akan Deklarasi Gerakan Ende Bersih Hingga ke Komunitas Terkecil

Meski memberikan pendidikan gratis, Kunci Ilmu tetap mengedepankan kualitas pendidikan yang berbasis teknologi.

“Pendidikan adalah hak dasar. Di era di mana efisiensi anggaran menjadi keharusan, Kunci Ilmu berfokus pada efektivitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dan kurikulum yang terintegrasi, sehingga pendidikan gratis tetap memiliki standar mutu yang tinggi”.

Kata Ketua Pembina Yayasan Kunci Ilmu, Laili Qudriana kepada wartawan, Jumat (10/42026).

Laili mengatakan langkah Kunci Ilmu sejalan dengan dorongan pemerintah pusat yang menekankan bahwasanya pendidikan gratis adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem.

Kehadiran Kunci Ilmu membuktikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan masih sangat tinggi, meskipun dalam situasi ekonomi yang menuntut efisiensi tinggi.

Langkah berani mendukung pendidikan anak bukan baru direncanakan  atau sekadar wacana tetapi telah dilakukan oleh Kunci Ilmu pada dua tahun terakhir, memberikan pendidikan gratis kepada anak hingga tamat.

“Ini bukan soal membebaskan biaya, tetapi soal berinvestasi pada masa depan anak dan itu menjadi tanggung jawab bersama”.

Seperti dikutip dari nttsatu.id, Laili Qudriana, menegaskan bahwa  pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan membebaskan bagi setiap anak, bukan menjadi sumber tekanan yang mematahkan harapan.

Ia menilai, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini, baik anak-anak yang harus turun ke jalan hingga tragedi bunuh diri karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, adalah alarm keras bagi semua pihak.

Baca Juga :  Prodi Magister Manajemen Uniflor Terakreditasi, 16 Mahasiswa Angkatan Pertama Siap Diwisuda

“Tidak boleh ada anak yang berhenti sekolah hanya karena orang tuanya miskin. Itu kegagalan bersama yang harus kita jawab dengan tindakan nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Yayasan Kunci Ilmu hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai gerakan sosial yang berpihak pada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui SMK Kunci Ilmu di Ende, pihaknya secara konsisten menggratiskan seluruh biaya pendidikan hingga lulus sebagai bentuk komitmen menghadirkan keadilan pendidikan.

Kebijakan makan siang gratis setiap hari juga diterapkan di sekolah untuk memastikan siswa dapat belajar dengan kondisi fisik yang layak dan tanpa rasa lapar.

Langkah tersebut lahir dari pengalaman langsung melihat anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena alasan ekonomi yang sangat sederhana, seperti tidak mampu membeli buku atau membayar iuran.

Menurutnya, langkah tersebut akan terus dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia berharap model pendidikan seperti yang diterapkan Yayasan Kunci Ilmu dapat menjadi inspirasi dan mendorong kebijakan yang lebih luas demi masa depan anak-anak NTT yang lebih baik.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
RSUD Bajawa di Late Mulai Layani Pasien–‘Tersedia 4 Loket Sehingga Pasien Cepat Ditangani’
Himabris IKTL Gelar Story Telling Competition, Diikuti 6 SMP se Larantuka
Pernyataan WALHI NTT Terkait Proyek K-SIGN di Rote Ndao
WALHI NTT Tegaskan Industri Garam Skala Besar di Wilayah Pesisir Pulau Kecil Berpotensi Menimbulkan Berbagai Tekanan Ekologis
Ombudsman NTT Tekankan Reformasi Birokrasi Polri Harus Berorientasi pada Pelayanan Publik
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WITA

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:28 WITA

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WITA

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:22 WITA

RSUD Bajawa di Late Mulai Layani Pasien–‘Tersedia 4 Loket Sehingga Pasien Cepat Ditangani’

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:26 WITA

Himabris IKTL Gelar Story Telling Competition, Diikuti 6 SMP se Larantuka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:28 WITA

Nusa Bunga

Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:07 WITA