Duga Tanah Negara Dirampas Mafia, KPTNP Demo 3 Instansi di Labuan Bajo - FloresPos Net

Duga Tanah Negara Dirampas Mafia, KPTNP Demo 3 Instansi di Labuan Bajo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 21:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kelompok Peduli Tanah Negara dan Perdamaian (KPTNP) berdemonstrasi di 3 instansi di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, Selasa (7/4/2026).

Ketiga instasi yang menjadi pusat unjuk rasa KPTNP di ibu kota Mabar, Labuan Bajo, yakni di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat, Pengadilan Negeri Labuan Bajo, dan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

Unjuk rasa KPTNP sebagai bentuk protes terhadap dugaan penguasaan dan perampasan tanah negara di wilayah Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Mabar, yang diduga dilakukan oknum mafia tanah.

Koordinator aksi, Florianus Surion Adu dalam orasinya menyebutkan bahwa aksi itu sebagi upaya masyarakat Labuan Bajo menyelamatkan tanah negara dri penguasaan pihak-pihak yang diduga sebagai mafia tanah.

Baca Juga :  Sejak Mei Hingga September Gunung Api Kelimutu Masih Berstatus Waspada

Menurut pria yang akrab disapa Fery Adu itu, dugaan penguasaan tanah negara di Kerangan oleh oknum tertentu sudah lama terendus, sekitar Tahun 1990-an.

Bukan cuma itu, KPTNP juga menyoroti adanya transaksi jual beli tanah negara antar perorangan melalui akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yng dibuat di hadapan notaris sekitar tahun 2014.

Kelompok ini juga (KPTNP) menyinggung dugaan adanya putusan perdata dari pengadilan yang dinilai mengesahkan penguasaan tanah negara oleh pihak tertentu.

“Ini menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum agraria, karena tanah negara bisa berpindah seolah-olah menjadi milik pribadi,” kata Fery Adu yang lahir besar di Labuan Bajo tersebut.

Lebih jauh KPTNP ungkapkan, tanah yang disengketakan saat ini diduga telah dikuasai secara fisik. Sejumlah aktivitas telah dilakukan di atas lahan tersebut, seperti pemagaran, pembangunan pondok, hingga penempatan alat berat seperti excavator.

Baca Juga :  Wabup Weng Minta Kades Jamaludin Segera Lapor Kesulitan Pangan Warga Macang Tanggar

Juga disebutkan adanya struktur bangunan berbahan besi yang mengindikasikan aktivitas pembangunan di atas tanah yang statusnya dipersoalkan.

Dalam tuntutannya massa aksi dari KPTNP mendesak Kejaksaan Negeri Manggarai Barat segera mengambil langkah tegas dengan memasang plang permanen bertuliskan “Tanah Negara” di lokasi sengketa.

Selain itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga diminta melakukan hal serupa sebagai bentuk penegasan status lahan.

“Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki kewenangan melindungi aset negara. Ini harus segera dilakukan,” tegas Fery Adu yang juga salah satu pejuang pembentukan Kabupaten Manggarai Barat itu. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:08 WITA

Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Berita Terbaru