Kasat Reskrim Benarkan Pemeriksaan Seorang Anak Sebagai Saksi, Namun Dia Hanya Ketahui Kasus Pembunhan di Rubit dari Medias Sosial - FloresPos Net

Kasat Reskrim Benarkan Pemeriksaan Seorang Anak Sebagai Saksi, Namun Dia Hanya Ketahui Kasus Pembunhan di Rubit dari Medias Sosial

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang lelaki berinisial Y warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang dikabarkan melakukan upaya bunuh diri dengan menghujamkan pisau ke tubuh dan pahanya akibat merasa dirinya terancam.

Aksi bunuh diri ini diduga dilakukan akibat sebelumnya ada orang yang datang ke rumahnya dengan membawa parang dan mengancam keluarga ini untuk bersuara.

Ancaman ini dilakukan sebab anak dari Y berinisial D diduga merupakan salah satu saksi yang mengetahui kejadian tersebut karena berada di rumah pelaku setelah pulang dari acara adat di Desa Kajowair.

Bahkan Y sempat membawa anaknya berinisial D ke Polres Sikka untuk meminta perlindungan karena merasa terancam dan meminta anaknya D diperiksa karena diduga mengetahui kejadian pembunuhan STN.

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga kepada awak media di Polres Sikka, Senin (9/3/2026) sore membenarkan bahwa memang pada waktu itu ada yang datang ke Polres Sikka, bapak, anak serta ibunya.

Reinhard menjelaskan,orang tuanya meminta agar anaknya diambil keterangan namun pada proses pemeriksaan, anaknya ini tidak mengetahui sama sekali terkait dengan kronologi atau kejadian tersebut.

Baca Juga :  Bupati Edi Kukuhkan 59 Kades Manggarai Barat

“Anaknya hanya mengetahui hal itu dari media sosial dan anaknya pun merasa bahwa ada kecemasan berlebihan dari orang tuanya sebab ada beberapa pihak yang datang lewat di depan rumahnya,” sebutnya.

Reinhard mengatakan anaknya menerangkan bahwa dia tidak tahu sama sekali terkait dengan kejadian ini, hanya ketahui dari media sosial namun dia datang di Polres Sikka dibawa oleh orang tuanya untuk memberikan keterangan.

Dirinya menjelaskan, Polres Sikka tetap melakukan pemeriksaan anak tersebut sebagai saksi pada tanggal 7 Maret 2026 dan dirinya tetap mengatakan mengetahui kejadian ini dari media sosial.

Terkait kondisi jenasah usai ditemukan, Reinhar mengakui memang pada saat proses penanganan TKP pertama aparat kepolisian Resort Sikka Sikka mendapati bahwa jenasah sudah terjadi pembusukan.

“Ada beberapa kondisi yang akan dijelaskan nanti ketika kami memeriksa ahli dokter forensic, sehingga keterangannya nanti pasti lebih bisa dijelaskan secara ilmiah,” tuturnya.

Reinhard mengakui pihaknya akan memeriksa dokter ahli forensik di RS TC Hillers Maumere dan jadwal pemeriksaan akan disesuaikan dengan waktu dari dokter ahli tersebut.

Baca Juga :  RDP DPRD Sikka Rekomendasi Pemda dan Kantor Kementerian Agama Lakukan Konsultasi

Terkait pakaian dan telepon genggam korban yang belum ditemukan ia jelaskan bahwa Satreskrim Polres Sikka telah melaksanakan pencarian sebanyak 3 kali berdasarkan hasil dari berita acara pemeriksaan maupun lewat komunikasi terhadap tersangka.

Namun kata dia, ada beberapa tempat yang memang tidak didapati lagi terkait barang bukti ini makanya tindak lanjutnya nanti Polres Sikka kita akan terus mencari dan memasukkan ke dalam daftar pencarian barang bukti.

“Lokasi rekonstruksi, nanti kami akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Sikka bahwa untuk melakukan rekonstruksi di TKP juga tentu ada beberapa pertimbangan termasuk kemungkinan akan terjadi chaos,” ungkapnya.

Reinhard menegaskan, Polres Sikka akan terbuka dalam proses penyidikan ini tetapi harus disadari bahwa proses penyidikan ini harus objektif terhadap fakta-fakta bukan asumsi yang ada.

Ia mengakui penyidik harus fokus terhadap fakta-fakta ini sehingga bisa dirampungkan semuanya dan nanti akan menjadi terang benderang sebuah tindak pidana ini. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 370 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA

Advertorial

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:52 WITA