MAUMERE, FLORESPOS.net-Kodim 1603 Sikka sedang melaksanakan kegiatan Pra TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang ke-127 di Desa Werang,
Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Pelaksanaan TMMD direncanakan akan dilaksanakan selama sebulan penuh sejak tanggal 10 Februari 2026 hingga tanggal 10 Maret 2026 dengan membuka jalan yang menghubungkan Desa Werang dengan desa tetangganya.
“kami sudah laksanakan Pra TMMD dan diharapkan sebagian besar item pengerjaan sudah berjalan,” sebut Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1603 Sikka, Mayor Cba Dominggus M. Atamani saat ditemui di kantornya, Senin (2/2/2026).
Dominggus menyebutkan, dengan kegiatan Pra TMMD maka pelaksanaan pekerjaan selama 30 hari tersebut bisa selesai tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang dibuat.
Dikatakannya, pengerjaan jalan usaha tani tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan memperlancar arus transportasi masyarakat.
“Dalam minggu ini kita akan cek perkembangannya sudah sejauh mana dan kita akan evaluasi lagi sebelum kegiatan TMMD resmi dibuka.Kami juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Selain kegiiatan TMMD, Kodim 1603 Sikka juga sedang mengusulkan pembangunan jembatan gantung di Desa Watuomok, desa pemekaran dari Desa Nebe di Kecamatan Talibura.
Dominggus mengakui jembatan ini diperkirakan memiliki panjang 100 meter karena menghubungkan Dusun Blawuk di ibukota Desa Watuomok dengan Kampung Wairbou di sebelah utara.
“Jembatan gantung ini akan melewati Kali Nangagete dan kehadirannya bisa membantu anak-anak sekolah khususnya agar bisa melintas dengan aman ke sekolah yang berada di Dusun Blawuk,” ungkapnya.
Domingus menambahkan, Kodim 1603 Sikka juga mengusulkan adanya pembangunan jembatan gantung di Desa Dobo, Kecamatan Mego yang menghubungkan Desa Dobo dan Desa Tilang di Kecamatan Nita.
Tiang jembatan ambruk sebab tertimpa pohon besar yang tumbang sehingga membuat bagian dasar jembatan yang terbuat dari kayu banyak yang terlepas sehingga beresiko untuk dilintasi.
“Setiap hari jembatan ini dilintasi anak-anak SD Inpres Ledagoba untuk berangkat dan pulang sekolah. Jembatan ini melintas di atas kali sama seperti di Desa Watumok Talibura yang melintasi Kali Nangagete,” ungkapnya.
Dominggus berharap pengajuan kegiatan pembangunan jembatan gantung Merah Putih di 2 lokasi ini bisa disetujui oleh pimpinan di tingkat pusat sehingga pembangunannya bisa segera dilaksanakan.
Ia mengakui dampak banjir bandang di Pulau Sumatera mengakibatkan dana banyak dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya di wilayah terdampak.
“Mudah-mudahan pengajuan pembangunan 2 jembatan gantung yang kita usulkan bisa disetujui karena sangat membantu anak-anak sekolah pergi dan pulang sekolah selain mobilisasi warga,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










