MAUMERE, FLORESPOS.net-Komunitas Cinta Laut Bersih Flores (CLBF) selalu melakukan kegiatan pembersihan sampah terutama sampah plastik kepada para nelayan dan masyarakat umum.
Komunitas CLBF juga melakukan edukasi kepada para nelayan terutama yang menjual ikan di perusahaan Fajar Flores Flamboyan Fishindo (F4) dengan mewajibkan kapal ikan menyetor sampah dari kapal.
“Kapal ikan yang melaut diwajibkan menyiapkan karung untuk menampung sampah terutama sampah plastik bekas air mineral dan lainnya,” sebut Sopater,wakil ketua komunitas Cinta Laut Bersih Flores (CLBF), Senin (17/11/2025).
Ditemui usai kegiatan pembersihan sampah di TPI Alok Maumere, Sopater mengatakan, komunitas CLBF selalu melakukan sosialisasi ke nelayan agar mengumpulkan sampah plastik di kapal.
Selain itu kata dia, nelayan juga diajarkan untuk mengambil sampah plastik yang ditemukan di laut saat mereka sedang beraktifitas di laut agar bisa dibawa dan dibuang ke tempat-tempat sampah.
“Jadi diusahakan tidak membuang sampah di laut agar laut tidak tercemar dan ikan serta biota laut tidak memakan sampah plastik tersebut,” ungkapnya.
Sopater mengatakan, pengaruh sampah plastik untuk laut ini sangat berbahaya karena sampah itu susah terurai di laut sehingga kapal-kapal ikan yang menjual ikan di perusahaan F4 wajib menyetor sampah saat mendarat.
Lanjutnya, kapal-kapal milik perusahaan ikan F4 juga awak kapal diwajibkan membuat dokumentasi mengumpulkan sampah di laut termasuk sampah yang mereka bawa ke darat.
“Kalau untuk kapal milik perusahaan kita sendiri, kapal itu wajib membawa sampah. Kalau tidak ada dokumentasi, kita biasanya kasih sanksi. Aturan ini sudah lama diterapkan,” ungkapnya.
Sopater mengharapkan agar para penjual ikan di TPI Alok juga bisa mengumpulkan sampah-sampah plastik yang mereka hasilkan dan meletakkannya di sebuah lokasi pengumpulan sampah.
Menurutnya komunitas CLBF mengharapkan agar bisa rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah terutama di pesisir pantai dan laut bersama dinas dan instansi terkait atau lembaga lainnya yang peduli lingkungan.
“Kami selalu terbuka dan siap bila diajak terlibat dalam berbagai kegiatan bersih-bersih sampah terutama di pantai dan laut. Kami juga siap bersama segenap pihak melakukan edukasi kepada nelayan soal dampak sampah plastik bagi ekosistem laut,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










