Dua Ruang Kelas SDI Hobopadu Nageleo Ambruk Diterjang Angin Kencang, Khawatir Kerusakan Meluas - FloresPos Net

Dua Ruang Kelas SDI Hobopadu Nageleo Ambruk Diterjang Angin Kencang, Khawatir Kerusakan Meluas

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Dua ruang kelas di SDI Hobopadu, Desa Wolowea Barat, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk diterjang angin kencang pada Selasa (3/3/2026) sore.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini berdampak serius pada kegiatan belajar mengajar siswa. Karena ada kabel listrik yang melintasi di atas seng sekolah tersebut.

“Rangka bangunan sudah rapuh, angin kencang memperparah kondisi. Syukurlah, saat kejadian, ruang kelas sedang kosong,” kata Kepala SDI Hobopadu Hermina Gai kepada Florespos.net, melalui telepon, Rabu (4/3/2026) siang.

Hermina Gai mengatakan, kondisi bangunan sudah tua menjadi penyebab utama ambruknya atap dua ruang kelas tersebut.

Baca Juga :  Polres Nagekeo Amankan 6 Orang Terduga Pelaku Penganiayaan dan Pengeroyokan

Kata Hermina Gai, ambruknya dua ruang kelas itu juga menyebabkan kerusakan pada ruang kelas di dekatnya.

Hermina Gai khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dapat meluas dan berdampak pada bangunan lain.

Ia berharap Pemerintah Daerah Nagekeo bisa segera melakukan perbaikan dan PLN bisa datang memindahkan kabel listrik yang melintasi sekolah.

Saat ini, kata Hermina Gai, pihak sekolah berupaya menata ruang belajar agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan.

Baca Juga :  Kolaborasi Kemenhut Bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Gelar Sosialisasi dan Bimtek Rehabilitasi Hutla di Flores Timur

“Kalau tidak segera ditangani akan berdampak pada bangunan lain. Selain itu, ada kabel listrik sampai saat ini belum ditangani PLN pasca kejadian itu,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Tarsius Djogo dihubungi Florespos.net, Rabu (4/3/2026) siang mengaku belum mendapat laporan terkait kejadian itu.

Namun Tarsisius Djogo akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Terima kasih informasi pak. Saya sedang dalam perjalanan dari Kupang ke Nagekeo. Nanti saya telepon kepala bidang untuk segera ke lokasi untuk melihat kejadian tersebut.” katanya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Dekatkan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat, Astra Dukung Integrasi Layanan Primer di Desa Tebuk dan Bloro
Launching Program Implementasi Integrasi Layanan Primer di Desa Sejahtera Astra untuk Desa Tebuk dan Bloro di Sikka
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WITA

Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah

Berita Terbaru