Abrasi Mengancam, Warga Kelurahan Pota Minta Pemda Manggarai Timur Bangun Tanggul - FloresPos Net

Abrasi Mengancam, Warga Kelurahan Pota Minta Pemda Manggarai Timur Bangun Tanggul

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Abrasi pantai di sepanjang wilayah Kelurahan Pota, Desa Nampar Sepang dan Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengancam rumah warga.

Warga Kelurahan Pota Ahmad Ja’far mengatakan abrasi pantai terus meluas hingga ke rumah warga, bahkan beberapa dapur, WC terancam ambruk. Abrasi pantai terjadi di sepanjang Kelurahan Pota, Desa Nanga Mbaur dan Desa Nampar Sepang.

“Abrasi pantai tersebut sudah terjadi selama lima tahun terakhir. Sebagian lahan warga susah hilang akibat abrasi pantai. Belasan rumah warga sudah terancam ambruk,” katanya kepada Florespos.net, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  Kekuatan Doa

Menurut Ahmad Jafar, pada musim hujan, hempas ombak besar dengan mudah masuk sampai di rumah warga. Abrasi pantai terus bertambah setiap tahun, ini tentu terus merugikan perumahan penduduk setempat.

Pada awal penduduk tinggal di dekat pantai tetapi karena sekarang sudah pindah jauh ke daratan. Saat ini tidak ada tanggul atau penahan ombak di pantai membuat warga yang berprofesi sebagai nelayan was-was karena takut rumah rusak diterjang ombak.

Ahmad Jafar bilang, abrasi juga tidak hanya mengancam rumah warga tetapi juga merusak tempat ibadah.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Manggarai Timur Tanam Jagung 1 Juta Hektare

Di beberapa titik sudah ada tanggul pasir di tepi pantai untuk memecah ombak. Namun dari tahun ke tahun abrasi terus mengancam rumah.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar abrasi pantai dapat segera diatasi.

Warga sudah berjuang dengan menanam bakau, kedondong, dan beberapa jenis pohon lainnya agar abrasi tidak meluas namun karena derasnya ombak pohon ikut tumbang.

“Kami berharap pemerintah  segera membangun Tanggul karena tidak hanya rumah warga, juga beberapa sawah milik warga ikut terkikis,” tutup Ahmad Jafar. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA