MBAY, FLORESPOS.net-Puluhan kerbau dan kuda betina yang diduga akan diselundupkan ke Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan melalui jalur tikus di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, hilang dari tempat penampungan. Sebanyak 16 kerbau betina dan 15 ekor kuda betina yang ditampung di lahan milik Ipin warga Nggolonio, tidak ditemukan lagi pada Kamis (5/2/2026) malam.
Hal itu diketahui Florespos.net pada Kamis (5/2/2026) malam ketika mengecek di lokasi penampungan di Desa Nggolonio sudah tidak ada. Hal yang sama kuda betina yang di ikat samping rumah milik Ipin tidak ada terlihat satupun.
Media ini mencoba menghampiri kediaman Ipin yang diduga lahannya dijadikan tempat diikatnya kuda dan kerbau betina itu, namun orang tidak berada di tempat. Media ini mencoba menghubungi melalui telepon genggam miliknya Ipin tidak aktif.
Berdasarkan informasi yang di dapat Florespos.net, kamis malam, bahwa puluhan kerbau betina dan kuda betina sudah bergeser ke wilayah Riung atau wilayah Reo, Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Nagekeo, Muhayan Amir, ketika di hubungi Florespos.net, Kamis (5/2/2026) malam mengaku kaget karena hewan tersebut sudah tidak berada di lokasi penampungan.
“Pemilik hewan itu telah membuat surat perjanjian, dan dalam surat itu salah satu poin mengatakan barang bukti itu tidak boleh hilang apa bila di kemudian hari di butuhkan untuk tindak lanjut prosesnya,” kata Muhayan Amir.
Berita sebelumnya Ipin salah satu pemilik lahan mengaku puluhan kerbau betina dan kuda betina tersebut akan di kirim ke Jeneponto. Sebenarnya hewan ini akan dikirim pada Jumat (30/1/2026) kita mau muat. Tapi diketahui oleh aparat Kepolisian Resor Nagekeo dan TNI makanya tidak jadi muat,” ujarnya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Anton Harus










