MAUMERE, FLORESPOS.net-Walaupun berada di Komisi XI DPR RI, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng mempunyai perhatian lebih banyak di bidang pendidikan.
Mekeng melihat anggaran APBN ada aturan bahwa 20 persen APBN itu untuk pendidikan dasar menengah dan tinggi tetapi setelah dirinya menganalisa, anggaran tersebut tidak murni untuk pendidikan malah dipergunakan untuk kepentingan lain.
“Pak Mekeng berjuang di Komisi XI supaya anggaran 20 persen itu harus dikembalikan,Beliau berjuang sejak tahun 2025,” ungkap Gorgonius Nago Bapa, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sikka, Jumat (30/1/2026).
Us sapaannya menyebutkan, sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Mekeng selalu turun sosialisasi tentang empat consensus kebangsaan dan sasarannya ke sekolah-sekolah dan masyarakat.
Lanjutnya, saat sosialisasi di sekolah-sekolah, banyak keluhan yang dari para guru, orang tua dan siswa tentang kekurangan-kekurangan yang terdapat di sekolah baik sarana maupun pra sarana.
“Beliau saksikan sendiri baik sekolah swasta ataupun negeri ternyata banyak sekali yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.Ini yang membuatnya tergerak untuk membantu,” ungkapnya.
Us mengatakan, Mekeng berjuang melalui jaringannya dan juga dengan kemampuan komunikasinya di DPR RI dirinya banyak membantu pembangunan infrastruktur di sekolah-sekolah.
Wakil Ketua DPRD Sikka ini menambahkan, ada gedung sekolah seperti di SMA Negeri Kangae dibantu pembangunan tiga ruang kelas yang sementara ini sedang dalam pengerjaan.
“Selain 2 unit MCK di SMAN1 Waigete, juga ada asrama untuk anak-anak sekolah di SMP Negeri 1 Kewapante yang ada di Kokowahor.Selain itu juga di Paga di SMA Alvares juga dibantu pembangunan MCK,” terangnya.
Us menegaskan, sebagai anggota DPR RI Mekeng selalu menekankan selain mutu pendidikan diperhatikan, infrastruktur sekolah juga harus diperhatikan.
Menurutnya, mutu pendidikan akan berhasil kalau infrastrukturnya mendukung sehingga Mekeng membantu dengan usaha dan perjuangannya sendiri dan di DPR RI. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wall Abulat










