ASF Masih Mewabah di Sikka, 609 Babi Mati - FloresPos Net

ASF Masih Mewabah di Sikka, 609 Babi Mati

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 15:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASF Masih Mewabah di Sikka, 609 Babi Mati

ASF Masih Mewabah di Sikka, 609 Babi Mati

MAUMERE, FLORESPOS.net-Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika masih mengancam provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk wilayah Kabupaten Sikka.

Sejak bulan Oktober tahun 2024 hingga bulan Februari tahun 2025 sudah 609 ekor babi di Kabupaten Sikka mati akibat terserang virus demam babi Afrika.

“Sudah 609 ekor babi yang mati akibat terserang virus ASF. Petugas kami terus melakukan pemantauan di lapangan termasuk mengecek ke pasar-pasar yang menjual ternak,” sebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, Senin (10/3/2025).

Jemy sapaannya mengatakan, jumlah ternak babi yang mati tersebut belum termasuk babi-babi yang mati namun tidak dilaporkan oleh pemiliknya.

Baca Juga :  Ros Newa Dapat Hadiah Mobil Undian Simpedes BRI Bajawa

Ia katakan,dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, virus ASF sudah menyerang babi yang ada di 12 kecamatan,21 desa dan 7 kelurahan.

Kecamatan dengan jumlah babi yang banyak terserang terdapat di Kecamatan Talibura sebanyak 207 ekor dengan jumlah terbanyak babi yang mati ada di Desa Henga berjumlah 101 ekor.

“Kecamatan Alok Barat sebanyak 143 ekor babi mati dengan jumlah terbanyak di Kelurahan Wailiti sebanyak 123 ekor. Palue menyusul kemudian dengan jumlah babi yang mati 85 ekor dan jumlah terbanyak ada di Desa Rokirole sebanyak 72 ekor yang mati,” ungkapnya.

Jemy mengakui, untuk mencegah jumlah kematian meningkat, pihaknya melakukan pengawasan ketat jalur lalu  lintas perdagangan babi antar kabupaten.

Baca Juga :  Diangkat Dinas PKO Sikka, Guru Agama Tidak Dapat THR TPG dan Gaji ke-13 oleh Kemenag

Dinas Pertanian juga melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan peternak agar mematuhi bio security guna meminimalisir penularan babi yang mati akibat virus ASF.

“Peternak kami himbau agar mematuhi bio security supaya bisa mencegah kematian babi. Dampak kematian babi sangat berpengaruh terhadap penurunan pendapatan masyarakat sebab babi merupakan ternak yang mempunyai nilai jual tinggi sebab sangat dibutuhkan masyarakat untuk pesta maupun acara adat,” terangnya.

Jemy memaparkan, pihaknya melakukan tes terhadap 24 sampel babi yang mati dimana 16 sampel hasilnya positif sedangkan 8 lainnya negatif dengan persentase 66,67 persen. *

Penulis : Ebed de Risay (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka
Sambut HUT RI Ke-81, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral Demi Terwujudnya Negara Adi Daya
Kunjungi Marga Ende, Delvis Rettob Tegaskan PMKRI Tetap Berjuang untuk Orang Kecil
Gerakan Pangan Murah di Ende, Bulog Layani 4 Ton Beras kepada Warga
137 Guru Agama di Kabupaten Sikka Dapat TPG, Kemenag Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Harumkan Nama Ende, Siswi SMAKN Ende Melaju ke Tingkat Nasional OSN Bidang Kimia
Kemenag Sikka Evaluasi Layanan TPG dan PPG, Tiga Guru Dimintai Pendapat
Guru Agama di Sikka Laporkan Kasus Dugaan Tindak Pidana Penghinaan ke Polres Sikka
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:44 WITA

Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:12 WITA

Sambut HUT RI Ke-81, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral Demi Terwujudnya Negara Adi Daya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Kunjungi Marga Ende, Delvis Rettob Tegaskan PMKRI Tetap Berjuang untuk Orang Kecil

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:25 WITA

137 Guru Agama di Kabupaten Sikka Dapat TPG, Kemenag Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:42 WITA

Harumkan Nama Ende, Siswi SMAKN Ende Melaju ke Tingkat Nasional OSN Bidang Kimia

Berita Terbaru

Opini

Menjadi Korban Bukanlah Identitas Abadi

Kamis, 6 Agu 2026 - 22:21 WITA

Opini

Anatomi Krisis Keselamatan Angkutan Barang

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:52 WITA