SMAN1 Waigete Gratiskan Pendidikan Bagi 51 Anak Yatim Piatu dan Anak Terlantar - FloresPos Net

SMAN1 Waigete Gratiskan Pendidikan Bagi 51 Anak Yatim Piatu dan Anak Terlantar

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-SMAN1 Waigete yang berlokasi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka membuat kebijakan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa yatim piatu dan anak terlantar.

Sebanyak 51 siswa dari 310 siswa (16 %) yang ada di sekolah negeri ini selama 3 tahun bersekolah di sekolah ini terbebas dari semua biaya berkat kebijakan yang dibuat pelaksana tugas kepala sekolah yang baru.

“Sejak menjabat sebagai pelaksana tugas kepala sekolah tahun 2024 lalu, siswa yatim piatu dan anak terlantar tidak dipungut biaya. Jumlahnya ada 51 siswa,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN1 Waigete, Abdon Don Weris saat ditemui di sekolahnya, Jumat (30/1/2026).

Abdon beralaskan kebijakan ini diambil sebab sekolah ini merupakan sekolah negeri milik pemerintah dan di Pasal 34 UUD 1945 disebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Selain itu kata dirinya teringat pesan dari pemilik tanah yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sekolah ini tanpa meminta sepeser uang pun dengan mengatakan lahan yang dihibahkan dipergunakan untuk anak cucu.

Baca Juga :  Kejari Bajawa Serahkan Dua Truk Bantuan Bencana Gempa Flores

“Saya teringat almarhum Bernadus Bapan selaku pemilik lahan yang menyegel SMPN1 Waigete tahun 2012. Dia tidak minta ganti rugi tapi minta pemerintah membangun sebuah SMA di lahan tersebut,” ungkapnya.

Abdon mengaku, berkat jasa almarhum yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan SMPN1 Waigete dan SMAN1 Waigete maka sekolah negeri ini bisa hadir di Desa Hoder.

Dirinya pun teringat pesan almarhum sehingga sebagai sebuah bentuk kepedulian terhdap masyarakat sekitar maka dirinya menggratiskan biaya pendidikan tersebut bagi anak yatim piatu dan terlantar.

“Hari keempat saya menjabat pelaksana tugas kepala sekolah saya gratiskan biaya pendidikan tersebut.Uang sekolah juga saya turunkan dari Rp2 juta setahun menjadi Rp1,5 juta setahun,” ungkapnya.

Abdon menambahkan, tahun 2025 dirinya pun kembali menurunkan uang sekolah sehingga sekolah ini pun mulai kebanjiran siswa baru bukan saja dari wilayah Kecamatan Waigete saja tetapi kecamatan tetangga seperti Kewapante bahkan Kangae.

Para siswa juga datang dari wilayah Kabupaten Flores Timur sehingga jumlah siswa pun meningkat dari biasanya yang hanya 200 lebih saja kini sudah mencapai angka 310 siswa dan tahun 2026 ditargetkan menjadi 400 siswa.

Baca Juga :  Gol Tunggal Ronald Sambi Pastikan Nangapanda ke Delapan Besar

“Saya optimis tahun 2026 ini jumlah total siswa kami bisa mencapai 400 orang.Kami ada 8 SMP pendukung di Kecamatan Waigete yang setiap tahunnya bisa meluluskan 400 pelajar tapi yang bersekolah disini hanya sekitar 100 orang,” ucapnya.

Abdon memaparkan, SMAN1 Waigete memiliki 11 Rombongan Belajar (Rombel) dimana kelas X dan kelas XI masing-masing terdapat 4 rombongan belajar sedangkan kelas XII ada 3 rombongan belajar.

Lanjutnya, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini berjumlah 41 orang dimana jumlah guru sebanyak 26 orang dengan status ASN dan PPPK sebanyak 18 orang dan sisanya 8 orang guru honor komite.

“Sekolah ini lahir tahun 2013 akibat dari disegelnya SMPN1 Waiegete oleh pemilik lahan yang menagih janji pemerintah mendirikan SMA setelah SMPN1 Waigete berdiri sejak tahun 2007,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA

Advertorial

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:52 WITA