Enam Koperasi Desa Merah Putih di Ende Sudah Beroperasi - FloresPos Net

Enam Koperasi Desa Merah Putih di Ende Sudah Beroperasi

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Sebanyak enam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah beroperasi.

Enam KDMP tersebut beroperasi dengan inisiatif sendiri menggunakan gedung atau bangunan aset dari pemerintah desa serta modal dari simpanan anggota.

“Sudah ada 6 Koperasi Desa Merah Putih yang beroperasi dengan inisiatif sendiri meskipun belum memiliki gedung atau bukan menjadi bagian dari rencana pembangunan gerai oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Enam koperasi ini menggunakan gedung aset desa jadi gerai usaha,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ende, Valentinus Majurutu kepada Florespos.net di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026) siang.

Valen mengatakan enam KDMP tersebut yaitu KDMP Wolotopo, KDMP Nila, KDMP Lisepu’u, KDMP Aejeti, KDMP Ria Raja dan KDMP Ndetundora 3.

Enam koperasi tersebut, kata Valen menjalankan usaha dengan skema simpan pinjam serta penjualan sembako dengan  modal dari anggota atau belum mengajukan pinjaman tambahan modal ke lembaga perbankan.

“Untuk Wolotopo dan Nila usaha yang dijalankan sembako dan simpan pinjam. Mereka masih menggunakan modal dari anggota, gerai yang digunakan adalah bangunan atau gedung aset desa,” kata Valen.

Sedangkan empat KDMP lainnya, kata Valen, skema usaha sama, sembako dan simpan pinjam tetapi tidak ada gerai usaha.

Baca Juga :  Pemkab Ngada dan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan dan Beasiswa bagi Ahli Waris Kades Warupele 1

“Mereka menjalankan kegiatan koperasi di salah satu ruangan di kantor desa. Sembako tidak dijual per hari namun sistem yang  dijalankan adalah mendata kebutuhan warga lalu kerja sama dengan distributor. Pihak distributor akan  drop barang sesuai kebutuhan. Kegiatan ini paling cepat seminggu sekali”, katanya.

101 KDMP Sudah Usulkan Bangunan

Kadis Valen mengatakan sebanyak 101 desa dan kelurahan sudah mengusulkan pembangunan gedung atau gerai  namun yang disetujui sebanyak 62.

Dari 62 yang disetujui sebanyak sembilan yang sudah dijawab dan sedang dalam proses pembangunan gerai oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Sembilan yang sedang  dibangun itu ada di Raterua, Welamosa, Nabe, Fataatu, Mboubenga, Tendabepa, Jamokeasa, Mukusaki dan Mbugena. Proses pembangunan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara diawasi oleh TNI,” kata Valen.

Menurut Valen, banyak desa belum mengusulkan pembangunan dengan anggaran dari APBN karena belum ada lahan. Jika lahan sudah disiapkan maka bisa mengusulkan pembangunan gedung atau gerai.

“Soal gedung atau gerai akan dibangun oleh PT Agrinas berdasarkan Inpres 17 tahun 2025 dengan anggaran dari APBN tapi harus ada lahan dan bebas tanpa ganti rugi. Total koperasi ada 278,  baru diusulkan 101 karena desa dan kelurahan lain masih kesulitan lahan,” katanya.

Baca Juga :  Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Modal Operasional

Kadis Valen mengatakan pada awal usaha seluruh KDMP akan menggunakan uang  dari simpanan anggota sebagai modal. Setelah berjalan KDMP dapat mengajukan pinjaman ke lembaga perbankan dengan melengkapi berbagai persyaratan.

“Karena ini prinsip koperasi dari, oleh dan untuk anggota maka kita mendorong menggunakan modal usaha dari simpanan anggota dulu. Setelah berjalan baru  KDMP
meyakinkan pihak bank untuk memberikan modal pinjaman. Dengan kata lain mereka bergerak dulu, punya rencana bisnis dan prospek bagus baru bisa ajukan pinjaman,” katanya.

Terkait dengan enam KDMP yang sudah beroperasi, kata Valentinus pihaknya sudah melakukan pendekatan ke pihak perbankan untuk membantu memberikan pinjaman namun hingga saat ini  pihak perbankan masih menunggu petunjuk teknis (juknis).

Kata Valen, di tahun 2026, pemerintah mendorong dan berharap sekitar 50% KDMP bisa beroperasi. Namun target tersebut bisa tercapai tergantung kesiapan pada semua aspek yaitu pengurus, anggota, gerai dan modal untuk menjalankan usaha.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WITA

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA