ADONARA, FLORESPOS.net-Kondisi jalan di Pasar Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah lama rusak terus berdampak pada aktivitas warga, terutama pedagang dan pengguna jalan.
Salah satu pedagang Pasar Waiwerang, Hastuti Hata, mengatakan kerusakan jalan disebabkan pembuangan air bekas ikan dan sampah yang tidak pada tempatnya.
“Buang air ikan sembarangan. Padahal dulu pemerintah sudah kasih tempat penampung air itu, cuma salah gunakan. Sekarang dibuang sembarang, efeknya jalan rusak sekali,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, aspal yang baru diperbaiki sekitar enam bulan lalu sudah kembali hancur. Kondisi tersebut sangat memengaruhi aktivitas, terutama saat musim hujan.
“Pengaruhi sekali, apalagi musim hujan. Sampah juga dibuang di jalan, bukan di tempat sampah. Sampah plastik jadi seperti gunung,” kata Hastuti.
Menurutnya, kerusakan jalan merugikan semua pihak, baik pedagang maupun pengguna jalan.
Senada disampaikan seorang warga Waiwerang, Muhammad Hasan. Ia mengaku jalan memang rusak. Ia menjelaskan, kondisi jalan dan masuknya kendaraan ke area pasar menghambat aktivitas jual beli.
“Masyarakat kaki lima yang jual-jualan di pasar itu terhambat karena semua kendaraan masuk,” katanya, Rabu (21/1/2026).
Terkait upaya perbaikan, Muhammad Hasan mengatakan pemerintah kecamatan biasanya mengajukan kondisi jalan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) ke tingkat kabupaten.
“Kalau kondisi jalannya memang tidak baik, mereka akan ajukan ke tingkat kabupaten lewat musrenbang,” ujarnya.
Sementara itu, Hastuti menyebut jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun kembali rusak. Ia mengatakan hingga kini belum ada penyampaian atau tindak lanjut baru dari pemerintah.
“Belum ada penyampaian. Biasanya kalau mau itu camat turun langsung lihat lapangan, ini belum,” katanya.
Hastuti dan Muhammad Hasan berharap kondisi jalan ke depan bisa lebih baik. “Harapannya lebih bagus lagi, tapi semuanya kembali ke masyarakat juga soal kebersihan. Kondisi jalan ini juga secepatnya diperbaiki, ” harap mereka. *
Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando









