Kesaksian Eks Perantau: Iman, Pendidikan, dan Keterampilan Modal Sukses - FloresPos Net

Kesaksian Eks Perantau: Iman, Pendidikan, dan Keterampilan Modal Sukses

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Katekese Lingkungan 7

Katekese Lingkungan 7

ENDE, FLRESPOS.net-Antonius Sara dan Susana Riti membeberkan kesaksian tentang suka duka dan kunci sukses di tanah rantau. Kedua Eks perantau Malaysia puluhan tahun silam mengungkapkan 3 kunci sukses di tanah rantau, yakni iman yang teguh, pendidikan dan keterampilan.

“Kalau mau sukses di tanah rantau harus berpendidikan dan juga memiliki keterampilan. Siapkan diri dengan keterampilan dan pendidikan yang baik. Sering kali kita menjadi korban di tanah rantau karena tidak memiliki pendidikan yang baik serta minim keterampilan. Iman kita juga mesti kuat agar tidak tergoda dengan berbagai tawaran negatif yang menggiurkan. Jaga hubungan baik dengan semua orang, agen, majikan  serta rekan kerja. Lebih dari itu ketika ingin bekerja di lura negeri siapkan diri dengan dokumen yang baik”.

Demikian sepenggal kesaksian atau sharing pengalaman 2 orang eks perantau Malaysia, Antonius Sara dan Susana Riti pada kegiatan Katekese bersama 2 orang Frater dari IFTK Ledalero di KUB Nio Rewa 4 dan KUB Nio Rewa 6, Kamis (8/1/2026).

Di hadapan umat dan Frater, dua umat KUB Nio Rewa 4 ini memberikan kesaksian atau menceritakan pengalaman, suka duka selama menjadi perantau di negeri jiran Malaysia.

Baca Juga :  Pipa Rusak Akibat Pelebaran Jalan, Distribusi Air ke Wangkung Manggarai Timur Macet

Katakese yang dipandu Frater Arnoldus Yansen  Salu, SVD  dan Gregorius Sila, SVD diikuti umat dari KUB Nio Rewa 4 dan KUB Nio Rewa 6. Katekse diawali ibadat  serta pembacaan kitab suci ini dibuka oleh Ketua Lingkungan 7 dan dihadiri Ketua KUB Nio Rewa 4, Herman Kami serta Ketua KUB Nio Rewa 6, Stanis Repi serta sejumlah perangkat pastoral lingkungan dan KUB lainnya.

Katekese yang dipandu Frater Arnoldus dan Gregorius mengambil tema tentang kepedulian terhadap para korban perdagangan orang.

Tema ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang mulia. Tema terkait perdagangan orang atau human trafficking saat ini menjadi perhatian serius gereja.

Untuk itu Frater Arnoldus dan Gregorius meminta perhatian dan juga masukan dari umat tentang perdagangan orang. Hasil katekese ini akan menjadi salah satu bentuk rekomendasi untuk mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi persoalan perdagangan orang di wilayah Keuskupan Agung Ende atau Indonesia pada umumnya.

Hanya Jadi Buruh Kasar

Selain kesaksian Anton Sara dan Susana Riti, Ketua lingkungan 7, Heri Bata Dede yang juga memiliki pengalaman bahkan pernah mendampingi para perantau asal Flores atau NTT umumnya di Kalimantan Utara memberikan kesaksian terkait pekerjaan dan kehidupan para perantau di Kalimantan atau Malaysia.

Baca Juga :  161 Anak Terima Komuni Pertama di Paroki Onekore

Heri Bata memberikan apresiasi dan mendukung pernyataan Anton Sara tentang pentingnya pendidikan dan keterampilan bagi umat atau warga yang ingin merantau ke Kalimantan ataupun malaysia.

Menurut Heri Bata, para perantau asal NTT atau Flores khususnya lebih banyak menggeluti pekerjaan sebagai buruh kasar ketika berada di tempat rantau.

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Anton Sara. Saya saksikan  sendiri para perantau kita di Kalimantan yang hanya menjadi buruh kasar. Tanpa pendidikan dan keterampilan yang baik, orang kita yang merantau, baik ke Kalimantan maupun Malaysia rata-rata hanya menjadi buruh kasar. Jadi sebelum merantau siapkan diri dengan keterampilan dan pendidikan yang cukup,” kata Heri Barta.

Katekese di KUB Nio Rewa 4 dan KUB Nio Rewa 6 diakhiri dengan rencana aksi nyata, doa dan santap persaudaraan bersama. Katekese di Nio Rewa 4 dan Nio Rewa 6 dihadiri banyak umat, baik orangtua, OMK maupun anak-anak. *

Penulis : Anton Harus

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA