ENDE, FLORESPOS.net-Dalam bingkai budaya Sumba, paguyuban Ikatan Keluarga Asal Sumba (IKAS) Ende menggelar syukuran Natal dan Tahun Baru bersama.
Momen perayaan syukur ini memberikan makna mengajak warga Sumba yang berkarya di tanah Ende- Lio untuk menjaga persaudaraan, kekeluargaan, kekompakan tanpa memandang latar belakang, jabatan dan status sosial.
Nataru bersama IKAS Ende yang dilaksanakan, Jumat (9/1/2026) malam di jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Paupire, Ende Tengah diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Firdaus A. Sola Fide Meza, S. Th dan refleksi singkat perjalanan hidup warga Sumba di Ende.
Paduan suara dibawakan oleh pemuda gereja Syalom Ende dan rangkaian acara dipandu oleh Andrianto Umbu Ndjandji, dosen STPM St Ursula Ende.
Usai ibadah dilanjutkan penampilan dari anak – anak Sumba yang membawakan tarian adat asal Sumba, Woleka. Tarian khas tradisional dari Sumba tersebut adalah tarian tradisional khas Sumba yang berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu kehormatan dan ucapan syukur atas berkat dan melambangkan kemakmuran.
Acara berlangsung dalam nuansa budaya dan kekeluargaan yang menunjukkan bahwa IKAS tetap melestarikan budayanya, menjaga persaudaraan dan kekeluargaan meksi berada di tanah rantau.

Syukuran Nataru bersama IKAS Ende juga dihadiri oleh ketua dan pengurus paguyuban masyarakat dari berbagai etnis yang berada di Ende.
IKAS adalah Rumah Bersama
Ketua Paguyuban IKAS Ende, Mei Hamba Njanji mengatakan IKAS Ende sudah terbentuk puluhan tahun lalu. Paguyuban IKAS dibentuk dengan tujuan menjadi wadah untuk memupuk kebersamaan dan kekeluargaan warga asal Sumba di tanah rantau khususnya di Ende.
Dengan tujuan dan latar belakang tersebut, kata Mei Njanji, IKAS bukan sekadar organisasi tetapi menjadi rumah bersama orang Sumba di Ende tanpa memandang jabatan dan status sosial.
“IKAS Ende bukan sekadar organisasi tapi rumah bersama bagi kita. Di Sumba kita punya latar belakang dan status sosial yang berbeda tetapi di Ende kita sama dalam IKAS. Kita keluarga, saudara dan sama sebagai orang Sumba di Ende,” katanya.
Ketua IKAS juga mengatakan saat ini warga Sumba yang berada di Kabupaten Ende sebanyak 150 KK yang tersebar di kota, kecamatan dan desa. IKAS menjadi payung dan rumah untuk orang Sumba saling mengenal dan menjaga persaudaraan.
Kegiatan Nataru bersama dalam wadah IKAS baru dilaksanakan lagi di tahun 2026 setelah terakhir dilaksanakan pada tahun 1996.
“Kita baru laksanakan dalam wadah IKAS. Sebelumnya dilaksanakan tapi pada kelompok- kelompok kecil dari setiap kabupaten dan etnis kecil. Momen ini bukan sekadar pesta tetapi menjadi momen untuk refleksi diri sebagai orang Sumba di Ende dalam wadah rumah besar IKAS”.
Nataru bersama juga dilaksanakan dengan tujuan memupuk kembali tali persaudaraan, kekeluargaan dan kebersamaan serta memuji dan memuliakan tuhan karena tuhan masih memberikan waktu untuk masuk ke tahun 2026″.
Saling Merangkul dan Hormati Budaya Orang
Pdt. Firdaus A. Zola Fide Meza dalam kotbahnya saat ibadah mengajak orang Sumba di Ende untuk saling merangkul dan menjaga persaudaraan.
Pdt Firdaus mengatakan momen Nataru bersama menjadi suka cita besar untuk memperkuat persaudaraan dan kekeluargaan dalam wadah IKAS dan juga dalam kehidupan bersama.

Ia mengharapakan agar warga Sumba yang berdomisili di Ende tetap menghormati budaya dan adat istiadat di daerah ini.
“Mari kita teladan Maria, ibu tuhan yang tetap rendah hati atau tidak sombong. Orang Sumba jangan sombong dengan jabatan dan pekerjaan yang didapatkan di sini. Pertemuan hari ini adalah suka cita untuk memuliakan tuhan dan kebersamaan. Tetap rendah hati di tanah orang dan hormati tradisi dan adat di tempat rantau,” pesan Pdt Firdaus.
Pdt. Imanuel Talan, S.Th, Ketua Majelis Klasis Flores- Lembata yang hadir pada kesempatan ini menyampaikan pesan Natal kepada warga paguyuban IKAS.
Pdt Imanuel Talan menekan agar warga paguyuban tetap menjaga semangat kekeluargaan, persaudaraan dan kekompakan di tanah rantau seperti yang tergambar dalam suka cita Nataru bersama.
Ketua Panitia Nataru bersama IKAS, Melkianus Toda Bili mengatakan natal dan tahun bersama ini digelar atas keputusan bersama dari pengurus IKAS dan dukungan dari seluruh warga paguyuban.
Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari pengurus dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










