LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sepekan libur hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, 6-15 April 2024, memberi dampak positif terhadap pergerakan aktivitas wisata di beberapa destinasi di Indonesia, termasuk di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hasil survey yang disampaikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 12 April 2024, mudik dan libur Lebaran 2024 dipredikisi akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena telah memasuki pasca pandemi, sehingga tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat.
“Berdasarkan hasil survei ada trend peningkatan potensi pergerakan masyarakat. Pergerakan masyarakat di libur lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 193,6 juta orang. Angka ini meningkat dibanding pada masa lebaran tahun lalu sebesar 123,8 juta orang,” jelas Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno.
Peningkatan pergerakan masyarakat untuk berwisata di momen Lebaran 2024 juga ditopang sejumlah faktor lain seperti adanya cuti bersama yang membuat hari libur jadi lebih panjang dibandingkan tahun 2023 serta kebijakan izin pengambilan cuti tahunan bagi ASN untuk libur Lebaran 2024.
Lanjutnya, berdasarkan data yang dihimpun Kemenparekraf RI per 14 April 2024 yang telah disampaikan pada The Weekly Brief with Sandi Uno (WBSU) pada Selasa (16/4/2024) lalu, diketahui bahwa rata-rata pengeluaran berwisata per orang adalah 2,73 juta rupiah.
Survei ini juga menunjukan bahwa angka prediksi atau potensi perputaran ekonomi Sektor Parekraf secara Nasional adalah sebesar 369,8 Triliun rupiah dari struktur pengeluaran akomodasi, transportasi, makan minum, dan oleh-oleh.
Angka ini juga didasarkan pada survey pergerakan masyarakat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta presentase masyarakat yang berwisata sebanyak hampir 90%.
Untuk Labuan Bajo sendiri, Data Air Traffic Bandara Komodo mencatat total pergerakan penumpang sejak H-7 Lebaran hingga H+4 (Senin, 15 April 2024) Lebaran adalah sebanyak 35.750 pax. Angka ini meningkat 14% dibandingkan tahun 2023.
Penerbangan ke Labuan Bajo ini digawangi 7 maskapai, yaitu Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, Lion Air, Wings Air, dan Super Air Jet dengan rute *Penerbangan Langsung*: Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ), Bali (DPS)-Labuan Bajo (LBJ), Surabaya (SBY)- Labuan Bajo (LBJ), dan Ende, Flores (ENE)-Labuan Bajo (LBJ).
Selain itu ada juga rute penerbangan transit yang meliputi Medan (KNO)- Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ), Pekanbaru (PKU)-Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ), Palembang (PLM)-Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ), Bandung (BDO)-Denpasar (DPS)-Labuan Bajo (LBJ), Semarang (SRG)- Denpasar (DPS)-Labuan Bajo (LBJ), Yogyakarta (YIA)-Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ), dan Samarinda (AAP) -Jakarta (CGK)-Labuan Bajo (LBJ).
Kemudian, terkait pergerakan wisatawan di destinasi Bahari, KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat sejak 8 April hingga 15 April 2024 sebanyak 400 perjalanan Kapal Wisata di Labuan Bajo.
Destinasi yang dituju: Pulau Padar, Komodo, Rinca, Sebayur, Taka Makassar, Batu Bolong, Sabolo, dan Pulau Kalong. Masing-masing kapal membawa 3 hingga 38 tamu/penumpang, sesuai kapasitas masing-masing kapal.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) juga mencatat, libur lebaran yang berlangsung di Labuan Bajo Flores berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Lintas stakeholder memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal selama libur. Polres Manggarai Barat misalnya mengadakan Operasi Ketupat yang melibatkan 231 personel gabungan dari berbagai instansi seperti Polres Manggarai Barat, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Brimob, Basarnas, Dishub, Satpol PP, ASDP, serta unsur masyarakat lain terlibat dalam operasi tersebut.
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) juga menyediakan beberapa Posko Pelayanan Wisata yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, yaitu Pelayanan Wisata di Loh Liang dan Kampung Komodo, Loh Buaya Pulau Rinca dan Kampung Rinca, Pulau Padar Selatan, serta Pulau Gililawa Darat.
Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat juga menyiapkan posko lebaran di tiga titik, yaitu di Ruang Kedatangan Bandara Komodo, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu-Pelindo.
Untuk mempermudah aktivitas pegunjung dalam berwisata ke Labuan Bajo, BPOLBF juga telah mengaktivasi TIC (Tourism Information Center) yang dapat diakses di 4 titik lokasi baik secara digital maupun offline.
Titik 1 di Pintu Kedatangan dan Garbarata Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo berbentuk digital scan barcode.
Titik 2 di Co-Working Space Bandara Komodo berupa buku, brosur, dan leaflet yang dapat dibaca langsung oleh wisatawan.
Titik 3 berada di Kantor BPOLBF di Jln. Soekarno Hatta No.88, Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi TIC ini, pelayanan TIC akan dilayani langsung oleh Staf BPOLBF.
Titik 4 berada di Kantor Syahbandar (KSOP) Marina. Di TIC ini, para wisatawan dapat memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan wisatawan mengenai destinasi-destinasi yang ada di Floratama (Flores, Lembata, Alor, dan Bima) dan NTT pada umumnya serta destinasi baru yang sedang dikembangkan BPOLBF saat ini, yaitu Kawasan Pariwisata Terpadu Parapuar yang akan menjadi landmark miniatur kekhasan budaya Floratama.
Fransiskus Saverius Teguh, Plt. Direktur Utama BPOLBF sekaligus wakil Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ada di Labuan Bajo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak di Labuan Bajo Flores pada khususnya dan NTT pada umumnya yang telah menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya.
BPOLBF yang juga mewakili Kemenparekraf mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada semua pihak di Labuan Bajo Flores serta NTT pada umumnya yang dengan caranya masing-masing telah bersama-sama menjaga dan menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan selama libur lebaran ini dan juga menjamin kenyamanan dari saudara-saudara kita yang menjalankan Ibadah Puasa hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kegembiraan.
“Kami juga berharap dengan berbagai data yang menunjukkan trend positif dari kegiatan wisata selama libur lebaran ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya,” tutup Frans Teguh. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










