Viral Video Dugaan Oknum Polres Sikka Mabuk dan Minta Jatah Preman Dibantah Pemilik Kios - FloresPos Net

Viral Video Dugaan Oknum Polres Sikka Mabuk dan Minta Jatah Preman Dibantah Pemilik Kios

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebuah video dengan narasi YM oknum polisi Polres Sikka dalam kondisi mabuk berat melakukan pemalakan,meminta jatah reman di salah satu kios Bugis di Maumere viral di media sosial.

Video yang beredar secara luas dan dibagikan berulang kaki di berbagi group media sosial di Kabupaten Sikka dan berbagai akun Facebook tersebut pun mendapat berbagai tanggapan.

Pemilik kios yang menjadi lokus dalam video tersebut pun mementahkan narasi dalam video tersebut dan menegaskan apa yang disampaikan tersebut tidak benar sama sekali.

“Makanya tadi saya lihat di telepon genggam itu ada bilang dia datang minta doi (uang) terus minta jatah reman (preman) itu tidak benar, tidak ada sama sekali,” sebut Aisyah pemilik kios saat ditemui di tempat usahanya di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Jumat (19/12/2025).

Aisyah bahkan berani bersumpah Demi Allah apa yang disampaikan dalam postingan di media sosial tersebut tidak ada sama sekali an tidak benar.

Baca Juga :  Pesan Idul Adha Ustad Amril, Perisai Ibadah Jauhkan Kita Dari Perangai Buruk

Dia mengaku oknum polisi Polres Sikka tersebut hanya datang ke kiosnya dan marah-marah dan hanya salah paham saja.

Ia bahkan bingung melihat video tersebut viral dan membantah dirinya bersama suami menyebarkan video tersebut di media sosial.

“Permasalahan sebenarnya dia dalam perjalanan dikabarin oleh anak-anak bahwa ada keributan dengan Paman pemilik kios.Dirinya karena kecapekan dan tidak mengecek terlebih dahulu datang ke kios kami dan marah-arah,” paparnya.

Asiyah mengaku saat kejadian dirinya sementara tidur di dalam kios lalu tiba-tiba mendengar suara rebut sehingga terbangun dan suaminya Amir bahkan tidak berkata-kata sama sekali.

Ia mengatakan menanyakan kepada oknum polisi tersebut ada apa ini karena bingung oknum polisi tersebut datang ke kiosnya dan marah-marah.

Dirinya menyebutkan suaminya mengenal baik oknum polisi tersebut karena sering berbelanja di kiosnya setiap hari bahkan setiap pagi selalu membeli bensin di kiosnya dan malamnya suka mampir membeli rokok.

“Dia baik sebenarnya dan sering ke sini juga, jadi kami bukan baru kenal.Saya kasihan kenapa ada postingan ini karena hal tersebut tidak benar. Saya tidak tahu siapa yang menyebut video tersebut karena kami sudah hapus videonya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Semangat Pengabdian Aipda Hironimus Werang Menuai Apresiasi Warga

Aisyah menjelaskan, Amir suaminya stelah malam kejadian Selasa (16/12/2025) keesokan paginya, Rabu (17/12/20250 datang ke Polres Sikka dan sudah berdamai.Ini kan hanya salah paham saja dan masalahnya sudah selesai,” ucapnya.

Asyah mengaku kasihan melihat postingan di media sosial yang mengatakan oknum polisi tersebut minta jatah reman dan mabuk sebab hal itu tidak benar sama sekali.

Ia menegaskan, namanya juga salah paham dan hal ini normal saja apalagi oknum polisi tersebut sedan gada masalah sehingga tidak mengecek terlebih dahulu laporan anak-anak muda soal keributan.

“Polisi itu sebenarnya baik orangnya. Orangnya sudah capek urus sana sini tiba-tiba ada yang sampaikan begini-begini.Padahal lokasinya bukan di tempat kami dan ini hanya salah paham.Tidak benar apa yang disampaikan di media sosial,” tegasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea
Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus
Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas
Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah
Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos: Segera Dibangun
Kemensos Salurkan Bantuan Rp308 Juta di Nagekeo, 30 Anak Terima Bantuan ATENSI
Sekjen Kemensos Tatap Muka dan Dialog di Nagekeo: ‘Negara Benar-Benar Hadir’
Berita ini 249 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WITA

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus

Jumat, 17 April 2026 - 19:37 WITA

Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas

Jumat, 17 April 2026 - 19:21 WITA

Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

Berita Terbaru