LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sedikitnya 1000 lebih umat Islam yang tergabung dari berbagai elemen di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Istigosah Akbar (doa bersama) untuk korban bencana banjir di Sumatera, Aceh dan juga erupsi Gunung Lewotobi.
Kegiatan istigosah yang diprakarsai Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Flores Timur dan remaja masjid se Kota Larantuka, Minggu (14/12/2025) di Masjid Agung Assuhada Eka Sapta, Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan yang menghadirkan penceramah kondang K.H Alifudin Al-ayyubi ini masih dalam rangkaian Pelantikan dan Raker Muslimat NU Kabupaten Flores dengan tema “Refleksi Masa Lalu, Perkuat Masa Kini dan Persiapan Bekal Menuju Mudik Abadi.
Dalam ceramahnya Alifudin sapaan ustadz gondrong mengungkapkan, bencana terjadi karena manusia lalai dan lupa akan keberadaan dirinya yang membuatnya jauh dari Allah SWT.
“Akan datang umatku diakhir zaman, yang mereka jauh dari ulama, jauh dari rumah ibadah, jauh dari majelis taklim dan semua kebaikan kebaikan maka akan diturunkan bala, bencana dan musibah sebagai peringatan bagi mereka untuk kembali ke jalan-Nya,” sebut ustadz asal Ende itu.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Kabupaten Flores Timur, Sifah Quthban dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas partisipasi umat pada acara Istigosah Akbar tersebut.
‘Terimakasih atas bapak ibu, saudara dan saudari yang telah meluangkan waktu, hati, dan langkah untuk bersama-sama menghadiri istigosah ini,” katanya.
“Istigosah ini sekaligus sebagai wujud donasi kita untuk korban bencana nasional maupun lokal di Pulau Jawa, Sumatra dan Aceh juga untuk masyarakat kita korban erupsi gunung Ile Lewotobi,” tambah Sifah.
Sifah juga mengingatkan bahwa, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari iman kepada Tuhan yang maha esa.
“Kegiatan ini juga menghadirkan pesan bahwa kepedulian terhadap sesama hanya dapat tumbuh jika kita bergandengan tangan, melampaui perbedaan dan keberagaman yang kita miliki,” harapnya.
Kegiatan dihadiri seluruh imam masjid se Kota Larantuka, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan dan seluruh ibu-ibu majelis taklim yang tergabung dalam Muslimat NU maupun badan kontak majelis taklim (BKMT) se-Kabupaten Flores Timur. Pada kegiatan itu, panitia berhasil menggalang dana sebesar Rp 5 juta lebih. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










