ENDE, FLORESPOS.net-Laga pembuka turnamen Piala Gubernur Liga IV ETMC XXXIV antara tuan rumah Perse Ende versus Citra Bakti Ngada (CBN) yang dihelat di Stadion Marilonga, Minggu (9/11/2025) malam berakhir dengan kemenangan CBN.
Tuan rumah Perse Ende tumbang di laga itu dengan skor 2- 1. Tuan rumah lebih dulu mencetak gol melalui kaki Zainal di menit ke 24. Namun dua gol balasan dari CBN memupuskan hasrat tuan rumah mencuri poin penuh di laga pertama.
Laga ini diwarnai aksi protes dari pemain dan oficial CBN. Aksi protes itu dilakukan oleh CBN setelah wasit Abdul Syukur memberikan hadiah pinalti kepada Perse di injury time.
Menurut CBN pinalti itu tidak layak dan sarat kontroversi. Namun aksi protes itu tidak membuat mereka meninggalkan lapangan. Mereka kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.
Jalannya Laga
Sejak peluit dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Perse yang dimotori kapten Adi Atep (10) mengambil inisiatif serangan dan sempat menebarkan ancaman ke mulut gawang Citra Bakti Ngada.
Anak – anak CBN pun merespon serangan dari Perse. Longginus Jawa Cs keluar menyerang. Serangan yang dibangun nyaris berbuah gol.
Pada menit ke 9, satu tendangan yang dilepas CBN membentur mistar gawang Perse yang dijaga Melkior Doni. Selang dua menit melalui tendangan sudut CBN nyaris menciptakan gol saat kemelut di mulut gawang Perse.
Dua ancaman itu membakar semangat Perse. Tim berjuluk Laskar Kelimutu keluar menyerang.
Tepat di menit ke 24, Jacky Samuel (17) lolos dan menerima umpan jauh. Jacky mengontrol bola dan memberikan umpan tarik kepada Zainal (21).
Zainal memanfaatkan umpan matang Jacky dan melepaskan tembakan mendatar ke rusuk kanan gawang CBN membawa Perse unggul 1-0.
Setelah gol itu, anak – anak CBN mulai keluar menyerang. Beberapa peluang pun tercipta namun belum membuahkan hasil.
CBN tak mengendorkan serangan untuk mengejar ketertinggalan. Usaha mereka akhirnya berbuah hasil di penghujung laga babak pertama.
Mikael Carvalo (11) berhasil mencetak gol pada menit ke 45 membawa CBN menyamakan kedudukan. Setelah gol ini wasit utama, Abdul Syukur meniup peluit panjang turun minum.
Masuk di babak kedua tim pelatih Perse melakukan pergantian pemain.
Pemain bernomor punggung 17, Jacky Samuel ditarik keluar dan memasukkan pemain bernomor punggung 9, Sharul Muhamad.
Masuknya Sharul menambah daya gedor Perse Ende dan memberikan tekanan di awal babak kedua.
Sepuluh menit jalannya laga, CBN berhasil mengendalikan permainan dan menciptakan peluang. Beberapa serangan mengancam gawang Perse.
Terus menekan anak – anak CBN mampu berbalik unggul pada menit ke 83. Yohanes Dake (9) berhasil melewati pemain belakang dan penjaga. Ia berhasil melepaskan tendangan akurat.
Setelah gol tersebut CBN bermain lebih nyaman dan menjaga kedalaman tim.
Perse Ende merespon ketertinggalan dengan memasukkan pemain bertipikal menyerang dan nyaris menyamakan kedudukan melalui kaki Zainal namun tendangannya masih membentur tiang gawang.
Laga tersebut berlanjut hingga menit injury time. Wasit utama, Abdul Syukur dari Kota Kupang memberikan tambahan waktu 3 menit. Namun laga berlangsung melebihi waktu normal karena ada insiden di lapangan.
Pada menit ke 97 wasit memberikan pinalti kepada Perse setelah melihat adanya pelanggaran yang dilakukan pemain belakang CBN terhadap pemain Perse saat tendangan sudut.
Pinalti itu diprotes oleh pemain dan oficial CBN. Menurut mereka pinalti tersebut sarat kontroversi. Aksi protes CBN membuat pertandingan molor beberapa menit.
CBN pun menerima keputusan wasit dan kembali ke lapangan melanjutkan pertandingan.
Adi Atep (10) yang ditugaskan menjadi algojo mengeksekusi pinalti tersebut gagal membawa Perse menyamakan kedudukan di akhir laga. Bolanya mampu dibaca penjaga gawang CBN.
Rupanya dewi fortuna tidak memihak Perse di laga pembuka ETMC XXXIV di kandang sendiri.
Perse Ende pun harus menerima kenyataan pahit di laga perdana Group A dihadapan ribuan pendukungnya.
Tanggapan Pelatih CBN
Pelatih CBN, Dek Ngurah Laba Laksana mengatakan puas mengalahkan tuan rumah dan mengamankan tiga poin di laga perdana. Bagi CBN tiga poin di laga pertama menjadi modal berharga menatap dua laga tersisa di grup A.
Soal pinalti di penghujung laga, kata Ngurah, dari sudut pandang CBN pinalti tersebut tidak layak namun wasit mempunyai sudut pandang berbeda. CBN berharap laga ini menjadi pembelajaran untuk pertandingan selanjutnya.
“Kami harap ini menjadi pembelajaran wasit lain untuk keberlangsungan turnamen ini”, kata dia. *
Jadwal Pertandingan Senin (10/11/2025)
Perseftim vs Persim
PSKK vs PSN Ngada
Flores United vs Persami
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










