ENDE, FLORESPOS.net-Pasukan pengibar bendera (Paskibra) tampil memukau saat menjalani tugasnya pada upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke -80 tingkat Kabupaten Ende di lapangan Pancasila, Minggu (17/8/2025) pagi.
Sosok yang mengundang perhatian dan menyedot mata Inspektur Upacara, tamu undangan di podium dan ribuan peserta upacara adalah sang pembawa baki.
Gadis berjilbab yang membawa baki naik turun tangga mengambil bendera dari Inspektur Upacara, Bupati Ende Yoseph Badeoda untuk dikibarkan pada upacara tersebut sukses melaksanakan tugasnya.
Dia adalah Liya Zahira Rodatul Aisy, lahir di Banyuwangi, 30 Januari 2009. Ia adalah siswi kelas XI jurusan Usaha Perjalanan Wisata, SMKN 1 Ende.
Liya adalah putri dari pasangan, Wawan Daud dan Hanya Hapsari, warga Kabupaten Ende, Provinsi NTT yang bercita-cita jadi dokter.
Usai bersama pasukan pengibar bendera menjalankan tugas, kedua orangtuanya langsung menemuinya di depan kantor camat Ende Utara yang terletak di samping lapangan Pancasila Kota Ende.
Sang ibu langsung memeluk Liya dan menyeka air mata di pipinya. Kedua orangtua terlihat tersenyum bangga dengan penampilan putrinya.
Kepada Florespos.net, Liya mengaku terharu setelah menjalankan tugasnya sebagai pembawa baki. Ia terharu dan meneteskan air mata karena penampilan paskibra saat upacara tersebut secara umum tidak ada kesalahan yang terjadi.
“Saya terharu, kami sukses jalankan tugas. Tidak ada kesalahan yang kami lakukan”.
Liya juga mengatakan percaya diri dan yakin saat naik ke podium menapaki tangga mengambil bendera dan turun tangga membawa bendera untuk dikibarkan.
“Saya percaya diri dan yakin pasti bisa karena sudah latihan”.
“Terima kasih kepada orangtua atas dukungan dan pelatih pamong yang telah melatih dan membimbing kami selama ini,” kata Liya.
Hanya Hapsari, ibunda Liya mengaku sempat tidak tenang saat melihat putrinya menjalankan tugas. Ia berdoa agar Liya dan kawan-kawan sukses melaksanakan tugasnya.
“Saya deg degan dan takut dia salah. Ternyata dia lakukan dengan baik dan tidak ada kesalahan. Saya terharu dan senang lihat dia tampil baik dan bertanggungjawab dengan tugasnya,” kata Hapsari.
Usai upacara dilanjutkan dengan acara hiburan seperti atraksi dari marching band dan devile antar sekolah, instansi di Kabupaten Ende di jalan Soekarno.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










