Nayubaya-Flores Timur Jadi Tempat Pertama Pentas Tur “Ibu Tanah” Nara Teater - FloresPos Net

Nayubaya-Flores Timur Jadi Tempat Pertama Pentas Tur “Ibu Tanah” Nara Teater

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 13:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Nara Teater menggelar Pentas Tur “Ibu Tanah” selama tahun 2025 di Pulau Adonara, Pulau Solor, Flores daratan, Kabupaten Flores Timur dan Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pentas Tur pertama berlangsung di Desa Nayubaya tepatnya di lapangan Voli SDI Basrani pada 17 Juli 2025 pukul 19.30 WITA. Setelah Desa Nayubaya, Nara Teater akan melanjutkan pentas tur ke Solor dan Lembata.

“Nara Teater akan pentas tur pertama di lapangan voli SDI Basrani Desa Nayubaya, Pulau Adonara pada Kamis, 17 Juli 2025 pukul 19.30 waktu setempat,” kata Ketua Nara Teater Rin Wali dalam keterangan yang terima Florespos.net, Senin (14/7/2025).

Baca Juga :  Pesan Vikjen Keuskupan Larantuka Terkait Semana Santa

Rin Wali mengatakan, Pentas Tur pertama di Desa Nayubaya, Nara Teater akan pentas teater dengan judul ‘Ibu Tanah’. Kata Rin Wali, pentas “Ibu Tanah” adalah kesempatan dimana teater bersua dengan masyarakat.

“Kami sebagai pemain dan seluruh pendukung pentas bergembira bisa hadir, bertemu masyarakat dalam peristiwa teater. Apa yang kami gali dan rancang-bangun dapat hadir kepada penonton. Teater adalah peristiwa pertemuan. Di sana, kita saling membaca dan memperkaya. Melihat hidup dengan perspektif yang lebih beragam,” jelasnya.

Silvester Petara Hurit, Sutradara sekaligus pendiri Nara Teater menjelaskan, pentas kali ini merupakan hasil dari sejumlah pembacaan Nara Teater terhadap jejak-jejak kolonial yang mengadu-domba masyarakat. Masyarakat harus dibikin terbelah.

Baca Juga :  Solor Fun Run, Eksplor Pariwisata dan Menggerakkan Geliat Ekonomi Masyarakat

Perbedaan ditajam-tajamkan supaya tercipta konflik dan melemahkan perlawanan masyarakat terhadap penindasan dan dominasi kolonial.

Karya “Ibu Tanah”, kata Silvester Hurit, lahir dari pelacakan mitos, pendudukan Majapahit dan Ternate, kedatangan kolonial  Eropa, kebijakan dan strategi kolonial, eksploitasi sumber daya, pelemahan terhadap kepemimpinan tradisional, siasat adu-domba dan sekian model eksploitasi hari ini.

Silvester Hurit mengatakan, sebagai kelompok yang sudah malang-melintang mementaskan karya-karyanya di sejumlah event nasional, Nara memilih Nayubaya karena pengalaman historis dan pentingnya “baya”(persekutuan) dalam budaya Lamaholot.

Masyarakat akan lebih kuat dan mawas jika belajar dari pengalaman sejarahnya baik itu pengalaman luka, trauma maupun peristiwa heroik masa lalunya.

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Berita Terbaru