Pesan Vikjen Keuskupan Larantuka Terkait Semana Santa - FloresPos Net

Pesan Vikjen Keuskupan Larantuka Terkait Semana Santa

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Semana Santa atau Pekan Suci, dalam terminologi Gereja Katolik universal merupakan puncak dari perayaan liturgi yang sarat makna salvifik.

Dalam peristiwa iman ini, Gereja sejagat memperingati dan merayakan misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus sebagai inti dari karya penyelamatan Allah bagi umat manusia.

Dalam bukunya Semana Santa di Larantuka, Sejarah dan Liturgi Uskup Larantuka Mgr.Yohanes Hans Monteiro menyebutkan, Semana Santa di Larantuka bukan sekadar perayaan liturgis, melainkan juga ekspresi budaya lokal yang telah menyatu dengan iman Katolik selama berabad-abad.

Semana Santa dipahami sebagai buah dari pertemuan iman Katolik dengan budaya lokal, yang kemudian bertransformasi menjadi identitas religius masyarakat Larantuka.

Oleh karena itu, Semana Santa bukan hanya bentuk devosi, melainkan juga budaya yang hidup, yang mewariskan daya spiritual dan iman lintas generasi.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Larantuka Romo Hendrik Leni, Pr menyebutkan biasanya masuk Semana Santa kita buka dengan Lamentasi di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka dan Trewa di Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana.

Baca Juga :  Jelang Masa Tenang Pemilu Serentak, Bawaslu Flores Timur Imbau Parpol secara Mandiri Bersihkan APK

Dalam general repetition di Istana Raja Larantuka Rabu (1/4/2026) malam Romo Hendrik mengatakan, kegiatan lalu dilanjutkan dengan General Repetition di Istana Raja Larantuka, dan berbagai rangkaian kegiatan hingga puncaknya pada Paskah.

“Kegiatan sepanjang Semana Santa ini dilaksanakan dalam kerjasama pemerintah, raja dan suku sukunya serta Gereja Katolik,” ujar Vikjen Keuskupan Larantuka Romo Hendrik Leny, Pr, Rabu (1/4/2026) malam.

Romo Hendrik mengatakan, pemerintah menjamin kegiatan berjalan sukses dan pemerintah terlibat langsung dalam menjaga agar segalanya bisa berjalan dengan baik sebab hajatan ini bukan hanya milik gereja tetapi pemerintah.

Ia menyebutkan, Nagi Lewotana dan gereja mempercayakannya di bawah keluarga raja dan semua pelaku devosi yang ada di Kota Reinha Larantuka ini.

Baca Juga :  Dihilangkan Rp 30 Miliar Anggaran Pokir DPRD Manggarai Barat

Menurutnya, semua proses ini sesungguhnya tradisi gereja dan adat yang sudah masuk ke dalam iman gereja sehingga gereja melibatkan keluarga raja untuk mengatur berbagai kegiatan devosi.

“Ini tradisi iman sehingga dia tetap ada di bawah gereja. Ketika kegiatan devosi masuk kedalam liturgi sehingga ditata dengan baik,” ucapnya.

Romo Hendrik mengakui kepada keluarga raja hormat itu selaku diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini, untuk mengaturnya bersama konferia dan suku semana selama 40 hari.

Dia menyebutkan, penataan seluruh devosi dimasukan ke dalam tata urutan gereja Katolik dan apapun keinginan dan harapan kita semua berjuang agar tradisi ini berjalan dengan baik dan terjaga.

“Gereja mempunyai kewajiban juga menjaga tradisi. Orang dari manapun yang datang menikmati perayaaan ini bisa mengikuti dengan baik segala rangkain kegiatan devosi dan liturgi. Tradisi dan liturgi berjalan bersama,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:37 WITA

Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA