Akui Program 100 Hari Kerja Tidak Maksimal, Bupati Ende Katakan Akhirnya Tahu Kekuatan Kelemahan Daerah - FloresPos Net

Akui Program 100 Hari Kerja Tidak Maksimal, Bupati Ende Katakan Akhirnya Tahu Kekuatan Kelemahan Daerah

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 11:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yoseph Benediktus Badeoda mengakui program seratus hari kerja pemerintahannya bersama Wakil Bupati, Dr Domi Mere tidak maksimal.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ende, Yoseph Badeoda saat apel kesadaran dengan ASN di halaman kantor Bupati Ende, Selasa (17/6/2025) lalu.

Pada kesempatan itu dihadapan ASN Lingkup Pemkab Ende, Bupati Yoseph Badeoda mengatakan terkait dengan seratus hari masa awal pemerintahannya harus diakui tidak banyak yang bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, kata Bupati, seratus hari kerja adalah waktu untuk belajar mengenal dan memahami pengelolaan anggaran dan keuangan secara lebih baik. Dalam seratus hari kerja tersebut Bupati Yoseph katakan akhirnya tahu kekuatan dan kelemahan daerah.

“Kami akhirnya tahu kekuatan dan kelemahan daerah kita ini. Kami memulai bekerja dengan prinsip dasar yang kami pegang adalah transparansi, akuntabilitas, dan partisipatif,” tegas Yoseph Badeoda.

Dikatakannya, walaupun dalam kondisi anggaran yang terbatas ada lima  program yang dapat dilakukan pemerintahannya bersama Wabup Domi Mere antara lain perbaikan RSUD, sampah kota, Ende Terang, pasar dan penataan manajemen cash sekaligus memperbaiki penyusunan dan tata kelola anggaran daerah.

Baca Juga :  Puluhan Tower BTS di Ende Belum Rampung Dikerjakan, Mahfud MD Bilang Masih Diselidiki

Penataan dan perbaikan manajemen rumah sakit dilakukan dengan perbaikan kenyamanan pasien. Setiap ruangan dipasang AC karena selama ini kelas 3 dan kelas 2 pakai kipas angin.

Perbaikan toilet dan kamar mandi yang bersih dan baik. Kebersihan dalam dan luar rumah sakit. Persediaan obat-obatan dengan penyediaan apotik rumah sakit dan smart parking.

Terkait sampah kota penanganan jangka pendeknya adalah melakukan aksi dan gerakan pembersihan sampah kota setiap hari jumat oleh seluruh ASN dan anak sekolah. Jangka panjangnya adalah penyediaan TPA, bank sampah dan pengelolaan sampah.

“Dengan gerakan ini kita berharap masyarakat yang tadinya apatis akhirnya mulai simpati dan mulai ikut membantu membersihkan sampah di rumah dan pekarangan masing-masing. Kita juga menggerakkan anak sekolah untuk menjadi pionir hidup sehat dan bersih di sekolah,” katanya.

Program Ende Terang, pemerintah sudah mengganti lampu-lampu baru di beberapa ruas jalan di dalam kota agar Kota Ende tidak gelap.

Baca Juga :  Siswa-Siswi SDK Ende 3 Jadi Paskibra Saat Hardiknas

“Tujuan Ende Terang agar kota menjadi aman bagi penduduknya dan aktivitas penduduk bisa lebih panjang sehingga ekonomi juga bisa tumbuh. Dengan penerangan jalan ini Ende menjadi lebih hidup dan lebih indah dengan lampu dan membuat masyarakatpun mulai memanfaatkan waktu kehidupannya lebih panjang,” katanya.

Penataan dan penertiban pasar belum berjalan baik karena perlu anggaran yang besar. Pengaturan pasar ini menjadi problem besar karena kondisi saat ini sangat semrawut. Pasar ramai tetapi tidak tertata dengan baik.

Bupati juga menyampaikan kondisi keuangan daerah kita tahun anggaran 2025. Daerah membutuhkan anggaran sebesar Rp 241 miliar untuk menutupi beban anggaran sementara anggaran yang diterima dari pusat dan propinsi Rp 180 miliar. Ende membutuhkan PAD minimal 60 miliar untuk menutupi beban daerah melalui PAD.

Bupati meminta seluruh OPD  berhemat dan dan bersama  memikirkan meningkatkan PAD yang tahun lalu hanya Rp 22 miliar menjadi minimal 60 miliar tahun ini.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Berita ini 1,979 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA