LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus dahsyat Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 17.34 Wita. Letusan disertai semburan abu tebal dan awan panas mencapai ketinggian 10 ribu meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebak condong ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini ± 6 menit 53 detik. Erupsi disertai awan panas. Erupsi ke segala arah,” tulis Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki dalam siaran pers, Selasa (17/6/2026) petang.
Gunung berapi yang memiliki tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (dpml) ini berada di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura.
Informasi dihimpun Florespos.net, Selasa petang, dari sejumlah warga di Kecamatan Ilebura dan Kecamatan Wulanggitang menyebutkan, kondisi saat ini situasi di dua wilayah tersebut tengah dilanda hujan abu, pasir, kerikil dan belerang yang sangat hebat.
Letusan kali ini tergolong sangat dahsyat dengan tinggi kolom abu mencapai 10 ribu meter di atas puncak. Ketinggian semburan abu ini juga terlihat di Kota Larantuka, Pulau Adonara, Pulau Solor bahkan hingga Maumere, Kabupaten Sikka berjarak sekitar 130 kilometer dari Larantuka, Flores Timur.
Badan Geologi, PVMBG langsung menaikan status dari Level III Siaga ke Level IV Awas dan mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan pengunjung.
Badan Geologi merekomendasi, agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 Km dan Sektoral Barat Daya -Timur Laut 8 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya,” tulis Badan Geologi-PVMBG.
Masih Badan Geologi-PVMBG, agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
Selain itu,masyarakat terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










