LARANTUKA, FLORESPOS.net-Menyedihkan. Itulah kondisi enam rombongan belajar dan guru di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lewobele, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Murid dan guru di sekolah itu terpaksa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang tamu mess guru dan emperan bangunan bahkan pernah juga di rumah warga setempat.
Kepala SDK Lewobele, Martha Hadung Liwun mengatakan, KBM di mess guru dan emperan bangunan sekolah sudah berlangsung sekitar lebih dari enam bulan sejak ada pembangunan rehab 4 ruang kelas.
“Sejak ada rehab bangunan sekolah, kami hanya punya dua ruang kelas, ruang kepala sekolah dan ruang guru. Semua ruang ini kami fungsikan untuk kegiatan belajar mengajar. Ini sudah berlangsung lebih dari enam bulan,” kata Martha Liwun ketika ditemui Florespos.net, di sekolah itu, Sabtu (7/6/2025) pagi.
Selain ruang kepala sekolah dan ruang guru yang difungsikan untuk KBM, Martha Liwun yang saat itu didampingi Yosep Lako guru olah raga dan beberapa guru lainnya mengatakan, pihaknya juga memanfaatkan dua mess guru dan emperan bangunan sekolah untuk belajar mengajar.
“Dua ruang kelas kami pakai untuk kelas 5 dan 6. Kelas 6 sudah selesai ujian sehingga sekarang kelas 4 dan 5. Kelas 1, 2 dan 3 kami pakai ruang tamu mess guru dan emperan bangunan sekolah. Sekarang kelas 1 sampai kelas 5 sedang ujian akhir kenaikan kelas,” kata Martha Liwun.
Dia mengaku sangat tidak nyaman KBM dengan ruangan kelas yang sangat terbatas apalagi ruang kelas yang tidak layak. Dia berharap, dinas dan pihak terkait bisa memperhatikan kondisi itu.
“Mengingat setelah ujian akhir kenaikan kelas tentu masuk tahun pelajaran baru,” kata Martha Liwun.
Yoseph Lako, guru olah raga menambahkan, pihak sekolah mulai mengosongkan bangunan lama untuk proses direhab atau renovasi 4 ruang kelas sekitar awal Agustus 2024. Gedung direhab dan sudah selesai pada Desember 2024.
Dia mengatakan, pihak sekolah belum menggunakan 4 ruang kelas bangunan baru yang sudah selesai direhab itu.
Karena hingga saat ini, kata Yoseph Lako, pihak sekolah belum menerima kunci dan prosedur lainnya untuk bisa menggunakan bangunan yang sudah selesai direhab tersebut.
Sebagaimana disaksikan Florespos.net, Sabtu (7/6/2025), dua mess guru sekolah itu difungsikan untuk ruang kelas. Ada papan tulis, meja, kursi murid dan guru. Dua bangunan mess guru tersebut berdinding bambu beratap seng yang sudah tampak berkarat.
Pada bagian lain. Emperan bangunan sekolah juga ada meja, kursi murid dan guru serta papan tulis.
Masih dalam areal sekolah terdapat satu bangunan yang tampaknya baru selesai dibangun. Bangunan itu mempunyai empat ruang kelas. Pintu dan jendela bangunan itu tertutup rapat. Di dalamnya, ada mebeler. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










