Membanggakan, 18 Proposal Dosen Uniflor Lolos Pendanaan Penelitian dan Abdimas Kemdiktisaintek - FloresPos Net

Membanggakan, 18 Proposal Dosen Uniflor Lolos Pendanaan Penelitian dan Abdimas Kemdiktisaintek

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Universitas Flores (Uniflor) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada tahun ini. Para dosen dari salah satu kampus swasta di Pulau Flores, Provinsi NTT ini kembali menunjukan kualitasnya bersaing di tingkat nasional.

Sebanyak 18 proposal dosen di lembaga pendidikan tinggi ini dinyatakan lolos pendanaan atau mendapatkan hibah untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) dari Kementrian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.

Dari 18 dosen tersebut ada dosen pemula dan ada dosen yang sudah beberapa kali proposal penelitiannya diterima oleh Kemendiktisaintek.

Rektor Universitas Flores, Dr Willybrodus Lanamana kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/6/2025) pagi mengatakan Uniflor bangga dengan prestasi dari para dosen di lembaga pendidikan tinggi ini.

Rincian dari 18 proposal tersebut antara lain lima proposal skema penelitian fundamental reguler, lima proposal skema penelitian dosen pemula, dua proposal skema program desa binaan, dua proposal skema pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa dan empat proposal skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.

Baca Juga :  Asprov PSSI NTT Rilis 29 Pemain untuk PON 2024, Tidak Ada Pemain dari Perse

Menurut rektor penelitian dengan pendanaan dari Kementrian Pendidikan sudah diikuti oleh para dosen di Universitas Flores sejak tahun 2017 lalu dan pada tahun ini yang terbanyak.

“Jadi setiap tahun itu para dosen didorong untuk mengajukan proposal ke Kementrian Pendidikan sesuai dengan bidang ilmunya. Sejak tahun 2017 lalu proposal dosen Uniflor selalu lolos mendapatkan pendanaan dari Kementrian Pendidikan untuk melakukan penelitian,” katanya.

Terobosan ini dilakukan oleh Universitas Flores untuk memberikan dampak kepada lingkungan dan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi.

“Saat ini kampus harus berdampak pada lingkungan dan masyarakat dimana kampus itu berada. Melalui kegiatan seperti ini Uniflor memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan yang paling penting itu  mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Rektor.

Baca Juga :  Operasi Ketupat, Tim Gabungan di Ende Siap Amankan Mudik Idul Fitri

Para dosen dan timnya akan turun ke lapangan melakukan penelitian mulai pekan ini. Hasil penelitian akan dilanjutkan dengan artikel yang akan dipublikasikan di jurnal berskala nasional dan internasional.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Dr Laurentius Gadi Djou mengapresiasi para dosen yang proposalnya dijawab oleh Kemendiktisaintek dan mendapatkan pendanaan untuk melakukan penelitian.

Dr Lory Gadi Djou, salah satu  dosen yang proposalnya dinyatakan lolos oleh Kemendiktisaintek dalam skema program desa binaan.

Ia mengharapkan agar para dosen melaksanakan tugas penelitian dengan baik untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kepala LP2M Uniflor, Dr Sri Wahyuni mengatakan dana yang didapatkan oleh para dosen Uniflor dari Kemendiktisaintek untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat sebesar satu miliar lebih.

Untuk saat ini yang sudah terjawab dengan rincian sebagai berikut Penelitian sebesar Rp 728.520.000, Pengabdian sebesar Rp 312.527.000.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Berita ini 294 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA