Cerita Warga Jogja Anaknya Dibaptis di Vatikan, Petugas Sempat Tidak Percaya - FloresPos Net

Cerita Warga Jogja Anaknya Dibaptis di Vatikan, Petugas Sempat Tidak Percaya

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 08:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Damian Orlin Baskara (dipangku ibunya) saat dibaptis di Vatikan, Senin (26/5/2025).(DOK.Pribadi Daniel Oscar Baskoro)

Damian Orlin Baskara (dipangku ibunya) saat dibaptis di Vatikan, Senin (26/5/2025).(DOK.Pribadi Daniel Oscar Baskoro)

JAKARTA, FLORESPOS.net-Pasangan suami istri asal Yogyakarta (Jogja), Daniel Oscar Baskoro dan Erlinda Aji Ayuningrum, tidak menyangka bahwa putra mereka, Damian Orlin Baskara, bisa menerima Sakramen Baptis di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Prosesi sakral itu berlangsung pada Senin (26/5/2025) dalam era kepemimpinan Paus Leo XIV, yang baru saja dilantik sebagai pemimpin umat Katolik sedunia.

Damian, yang baru berusia 1,5 tahun, mengikuti prosesi baptis secara khidmat di tempat suci tersebut.

Oscar mengungkapkan, kesempatan langka yakni dibaptis di Vatikan ini berawal dari sebuah e-mail permohonan sederhana yang ia kirimkan langsung ke Vatikan.

“Saya memang ada acara di Jerman bulan Mei ini. Sebelum berangkat, saya buka website Vatikan dan menemukan alamat e-mail-nya. Saya kirim email permohonan. Saya tahu ini sangat jarang, bahkan belum pernah saya dengar ada orang Indonesia yang mengalaminya,” ujar Oscar sebagaimana dikutip dari Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (30/5/2025).

Tak disangka, hanya dalam waktu satu hingga dua minggu, permohonan itu mendapatkan jawaban. Oscar menerima kabar pada pukul 18.00 tanggal 20 Mei 2025 bahwa permohonannya disetujui.

Ia dijadwalkan mengikuti acara baptis pada 26 Mei 2025 pukul 10.00 pagi waktu Vatikan.

“Satu jam setelah dapat e-mail, saya langsung konfirmasi. Vatikan meminta saya melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Sebelumnya, saya memang belum mengirim dokumen apa pun,” ungkap Oscar.

Baca Juga :  Penerbangan Internasional Air Asia Kuala Lumpur-Labuan Bajo Bawa 169 Wisatawan

Kelima dokumen wajib untuk baptis di Vatikan

Oscar harus menyiapkan lima dokumen utama untuk memenuhi syarat baptisan di Vatikan. Seluruh dokumen itu ditulis dalam bahasa Latin dan memerlukan koordinasi antarnegara.

1.Surat izin dari Paroki Pringwulung, tempat keluarga Oscar menjadi bagian komunitas Katolik, sebagai bukti izin resmi menerima Sakramen Baptis di luar negeri.

2.Surat pendampingan baptis yang membuktikan Damian telah menjalani persiapan sakramen.

3.Penunjukan wali baptis yang hadir langsung di Vatikan. Oscar dibantu Romo Christianus Surinono, OCD, Definitor General Ordo Karmel di Roma, yang juga melengkapi surat pengantar dari parokinya di Roma.

4.Surat permohonan tertulis resmi, meski permohonan awal dilakukan lewat e-mail.

5.Dokumen identitas diri berupa paspor, akta lahir orangtua dan anak, serta paspor wali baptis.

Melalui penjagaan ketat Swiss Guard

Oscar dan keluarga harus tiba di Vatikan sehari sebelum baptis. Mereka masuk lewat pintu khusus yang dijaga ketat oleh Swiss Guard.

“Petugas sampai tidak percaya ada orang Indonesia mau baptis di sana. Sampai dipanggilkan polisi untuk verifikasi. Tapi akhirnya kami diizinkan masuk dan menjalani proses validasi dokumen,” kata Oscar.

Upacara pembaptisan berlangsung dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Latin seperti yang sempat dibayangkan Oscar. Meski demikian, makna sakramen tetap terasa sangat mendalam bagi keluarga tersebut.

Baca Juga :  Cegah Konflik Sosial, Bupati Edi Ajak Semua Pihak Rawat Persaudaraan

“Kami menganggap ini berkat yang luar biasa. Tapi yang paling penting bukan tempatnya, melainkan bagaimana kami membina keluarga yang guyub dan penuh kasih,” tuturnya.

Oscar menegaskan, keluarga tidak berniat mencari eksklusivitas.

“Yang penting adalah anak kami masuk dalam komunitas Katolik. Itu yang utama,” tegasnya.

Proses cepat yang dianggap ajaib

Oscar mengaku terkejut karena permohonannya disetujui dalam waktu dua minggu. Ia mendengar ada pemohon lain yang menunggu hingga setahun tanpa jawaban.

“Bahkan, suster yang bertugas di sekretariat di sana juga kaget. Kalau bukan karena bimbingan Roh Kudus, saya rasa e-mail saya tidak akan dibalas. Mereka pun heran kenapa bisa secepat itu,” ujar Oscar.

Aktif di Paroki Pringwulung Yogyakarta dan dikenal sebagai pegiat inovasi digital, Oscar merasa bersyukur bisa mendapatkan momen berharga ini saat berada di Eropa.

“Dengan kerendahan hati, kami memohon doa agar Damian tumbuh menjadi pribadi yang membawa kebaikan, kasih, dan harapan bagi orang-orang di sekitarnya. Kami juga berharap momen ini dapat menginspirasi banyak keluarga di Indonesia untuk terus merawat nilai-nilai kasih, harapan, dan kebersamaan, terlepas dari latar belakang agama maupun budaya,” harap Oscar.*

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo
Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi
Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains
Hari Kartini di Kaki Gunung Lewotobi–‘Kebangkitan Perempuan Hebat Ile Bura’
Forum Anak Daerah Dukung Ngada Menjadi Kabupaten Layak Anak
Pemda Sikka Dapat Bantuan Pembangunan 100 Rumah Melalui Skema BSPS
Polres Ende Gelar Latihan Sistem Pengamanan Mako
Nagekeo Dapat Dana Pusat untuk Bangun Sekolah Rakyat dan SMA Katolik, Lahan 10 Ha Sudah Dihibahkan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:17 WITA

FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko: Langkah Strategis Penguatan Keselamatan Pariwisata Labuan Bajo

Rabu, 22 April 2026 - 20:41 WITA

Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi

Rabu, 22 April 2026 - 19:39 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Surat Edaran Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains

Rabu, 22 April 2026 - 14:56 WITA

Hari Kartini di Kaki Gunung Lewotobi–‘Kebangkitan Perempuan Hebat Ile Bura’

Rabu, 22 April 2026 - 13:35 WITA

Pemda Sikka Dapat Bantuan Pembangunan 100 Rumah Melalui Skema BSPS

Berita Terbaru

Maria Lidia Ene

Opini

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:28 WITA