Perlu Diputus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak - FloresPos Net

Perlu Diputus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reny Rebeka Haning, Spesialis Perlindungan Anak dan Advokasi Child Fund Indonesia bersama Fungsional Perencana Ahli Madya Pemerintahan dan Pembangunan Bappelitbang Kabupaten Sikka, Karolus Saga

Reny Rebeka Haning, Spesialis Perlindungan Anak dan Advokasi Child Fund Indonesia bersama Fungsional Perencana Ahli Madya Pemerintahan dan Pembangunan Bappelitbang Kabupaten Sikka, Karolus Saga

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kekerasan terhadap anak harus benar-benar diputus mata rantainya agar anak-anak bisa terlindungi dan kasus kekerasan termasuk pelecehan seksual terhadap anak bisa hilang.

Forum anak pun melibatkan anak-anak dalam membicarakan berbagai permasalahan yang mereka alami dan mendorong berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap hak anak.

“Kalau ada kasus kekerasan termasuk kasus pelecehan seksual terhadap anak kita jangan tabu untuk melaporkan demi menjaga nama baik keluarga,” pesan Reny Rebeka Haning, Spesialis Perlindungan Anak dan Advokasi Child Fund Indonesia,Rabu (9/4/2025).

Reny mengatakan, perlu perlindungan terhadap anak sehingga kalau ada kekerasan harus berani melaporkan ke aparat penegak hukum dan keluarga harus berani mendampingi sampai di proses hukum.

Ia menyebutkan, anak-anak harus mendapatkan pertolongan apabila mengalami kasus kekerasan sehingga mereka bisa melanjutkan sekolah dan hidupnya kedepan dengan lebih baik.

Baca Juga :  Obor Mas  Raih Dekopin Award Nasional Kategori Kopdit Penyalur KUR Terbesar di Indonesia

“Kami melakukan kegiatan pertemuan forum anak secara berkelanjutan selain musrembang dan kami ingin anak-anak muda di NTT membangun dialog dengan pemerintah,” harapnya.

Reny menyebutkan, dialog bersama pemerintah harus dilaksanakan sehingga pemerintah bisa mendapatkan isu yang kontekstual dari perspektif anak dan mengawal agar ada solusi yang baik untuk mengatasi persoalan anak-anak.

Pihaknya juga mendorong supaya pendidikan kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual bukan hal tabu untuk dibicarakan kepada anak.

Fungsional Perencana Ahli Muda Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbang Kabupaten Sikka, Karolus Saga menyebutkan, dalam upaya pemenuhan hak anak Pemda Sikka selama ini membuka ruang.

Karolus mengakui forum anak Sikka terlibat aktif dalam siklus perencanaan mulai dari Musrembang Desa hingga Kabupaten termasuk ruang konsultasi publik dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah RPJPD 20 tahun kedepan.

Baca Juga :  Warga Mokel Manggarai Timur Swadaya Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak

“Empat isu penting telah disampaikan anak-anak terkait pendidikan, kesehatan, pemberdayaan disabilitas dan kekerasan terhadap anak yang meningkat di kabupaten Sikka,” tuturnya.

Karolus menegaskan, empat isu penting dari anak ini akan menjadi referensi bagi kami dalam Menyusun RPJMD dan diintervensi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan rencana kerja OPD.

Child Fund Indonesia bersama Yayasan Flores Children Development (FREN) sejak Senin (7/4/2025) hingga Jumat (11/4/2025) melaksanakan kegiatan dialog antara Forum Anak Sikka dan Forum Voice Now di Maumere.

Kegiatan mengusung tema partisipasi anak dan orang muda dalam dialog kebijakan pemenuhan hak anak dengan melibatkan anak-anak dari berbagai wilayah di Provinsi NTT.

Selain anak-anak dari Kabupaten Sikka, kegiatan ini juga dihadiri anak-anak dari berbagai wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat
Seorang Pekerja Meninggal Saat Aktifitas Bongkar Muat Barang, Pelindo Maumere Lakukan Investigasi
Warga Pesisir Apresiasi Program Kampus Berdampak dari Uniflor, Kami Tidak Susah Air Lagi
Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:23 WITA

Genjot Potensi Pisang Kepok, Dewan Segera Undang DTPHP Manggarai Barat

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:03 WITA

Seorang Pekerja Meninggal Saat Aktifitas Bongkar Muat Barang, Pelindo Maumere Lakukan Investigasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:08 WITA

Warga Pesisir Apresiasi Program Kampus Berdampak dari Uniflor, Kami Tidak Susah Air Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA