LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kebakaran kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Trans Floreti 05 di dermaga labuh kapal Pelni Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (29/3/2025) petang perlahan terungkap kepermukaan.
Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Larantuka dari para awak kapal pengangkut setelah terjadi kebakaran, sumber api muncul dari dalam drum saat lima liter sampel BBM jenis pertalite dimasukan ke dalam salah satu drum pengisian tersebut.
“Saat sounding bbm pengambilan sampel minyak pertalite sebanyak 5 liter oleh petugas kapal. Setelah selesai pengambilan, sampel bbm pertalite itu dimasukan oleh ABK ke dalam drum secara manual menggunakan corong,” kata Kepala Kantor UPP Larantuka melalui Pelaksana Harian (Plh), Martin Balun saat dikonfirmasi wartawan, Senin (31/3/2025) malam.
Matin Balun yang saat itu didampingi para staf UPP Larantuka mengatakan, saat ABK memasukan sampel ke dalam drum, api muncul dari dalam drum dan menyambar sampel minyak pertalite yang dimasukan dan terjadilah kebakaran pada kapal Trans Floreti 05, Sabtu (29/3/2025) petang.
“Saat itu belum terjadi pengisian dari mobil tangki ke drum-drum yang ada di dalam kapal. Baru pengambilan sampel. Sampel minyak pertalite yang diambil lalu dimasukan dalam drum dan muncul api sehingga terjadi kebakaran pada kapal Trans Floreti 05,” katanya.
Martin Balun mengatakan, berdasarkan permintaan izin berlayar dan pengangkutan BBM oleh pemilik atau pihak pengangkut yang dikeluarkan oleh pihaknya, ada 7 orang awak kapal terdiri dari 1 orang nahkoda dan 6 orang anak buah kapal.
“Ada 1 orang ABK yang namanya tidak terdaftar atau masuk dalam permintaan izin dari pihak pengangkut. ABK yang memasukan sampel minyak pertalite ke dalam drum ini yang tidak terdaftar dalam manifes permintaan dan izin yang diberikan,” jelasnya.
Martin Balun menjelaskan, sebelum pemberian izin berlayar dan pengangkutan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kapal sesuai dokumen dan manifest yang diajuhkan pemohon. Semua persyaratan terpenuhi atau semuanya lengkap sehingga pihaknya mengeluarkan izin berlayar dan pengangkutan.
“Kami lakukan pengecekan kapal sebelum keluarkan izin. Semua syarat dan lainnya lengkap sehingga kapal layak berlayar dan mengangkut. Saat proses pengisian bbm petugas kami ada di lokasi melakukan pengawasan sesuai SOP, termasuk petugas dari pihak kapal pengangkut,” katanya.
Martin Balun mengatakan, saat proses pengisian itu petugas dari pihaknya berada di lokasi dan melakukan pengawasan. Pihaknya hanya berwenang memberikan izin laik kelaikan kapal dan pengawasan bahan-bahan berbahaya.
“Ada syarat dan SOP pengangkutan bbm tersebut karena Pelabuhan Larantuka itu pelabuhan umum. Kemarin saat proses persiapan dan pengisian petugas kapal pengangkut tidak memakai APD (alat pelindung diri) seperti sepatu, tutup kepala, rompi dan pelindung lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Aloysius Rebon, nahkoda Kapal Trans Floreti 05 yang terbakar di dermaga labuh kapal Pelni Pelabuhan Larantuka kepada wartawan di Pelabuhan Larantuka, Minggu (30/3/2025) siang mengatakan, Kapal Trans Floreti 05 terbakar saat sedang persiapan pengisian bbm dari mobil tangki ke drum-drum dalam kapal.
“Kapal terbakar kurang lebih setengah enam (17.30 Wita). ABK baru buka mata/tutupan drum tiba-tiba api muncul dari dalam drum itu. Kami ambil alat pemadan kapal, tapi api terus membesar, tidak bisa diatasi karena angin dan drum plastik,” katanya.
“Waktu buka mata drum, mobil tangki ada di darat masih ambil sampel bbm. Ambil sampel untuk lihat bbm itu murni atau tidak. Mobil tangki masih di darat. Sopir buru-buru naik ke mobil dan lari menghindari,” tambah Aloysius Rebon.
Aloysius Rebon mengatakan, kapal Trans Floreti 05 dinahkodainya mempunyai 4 orang anak buah kapal (ABK). Biasanya, setiap hari, ABK mengisi bbm yang akan diangkut dari mobil-mobil tangki ke drum-drum dan tangki dalam kapal tersebut.
“Kejadian kemarin, di kapal kami ada 5 orang. Saya dan 4 ABK. Piter Hayon, Muhamad Saleh, Petu Muli, Yohanes Lonsor atau Defa. Tidak ada petugas khusus pengisian, ABK yang lakukan pengisian bbm dari mobil tangki ke kapal,” katanya.
Dia mengatakan, kapal pengangkut yang dinakodainya dari Lewoleba, Kabupaten Lembata tiba di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu (29/3/2025) pukul 12.00 Wita.
“Kemarin (Sabtu, 29/3/2025), kami tiba di Larantuka jam 12 siang. Nanti jam 8 malam berangkat ke Lewoleba bawah bbm. Kemarin, bbm yang akan kami angkut 67 ton, pertamax, pertadex, pertalite dan solar. Kami hanya muat saja bbm itu. Kemarin, solar punya PLN sementara pertamax, pertadex dan pertalite untuk SPBU-SPBU, di Ile Ape dan Waijarang,” kata Aloysius Rebon. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










