Ketua Yapersukma Keuskupan Ruteng Perjuangkan Keadilan bagi Sekolah Swasta di Komisi X DPR RI - FloresPos Net

Ketua Yapersukma Keuskupan Ruteng Perjuangkan Keadilan bagi Sekolah Swasta di Komisi X DPR RI

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yapersukma  Keuskupan Ruteng, RD.  Patrik Dharsam Guru, Drs. MA (kiri) berpose bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu  Hardian Irfani usai pertemuan di Jakarta, baru-baru ini. Foto Istimewa.

Ketua Yapersukma Keuskupan Ruteng, RD. Patrik Dharsam Guru, Drs. MA (kiri) berpose bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani usai pertemuan di Jakarta, baru-baru ini. Foto Istimewa.

RUTENG, FLORESPOS.net-Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Manggarai (Yapersukma), Keuskupan Ruteng, RD. Patrik Dharsam Guru, Drs. MA atau akrab disapa Romo Papy memperjuangkan keadilan bagi sekolah-sekolah swasta pada yayasan yang dipimpinnya dan sekolah swasta lain untuk mendapatkan guru-guru PNS dan P3K.

Salah satu bentuk perjuangan Romo Papy adalah melakukan audiensi dan tatap muka dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu  Hardian Irfani di Jakarta baru-baru ini.

Hadir saat tatap muka dengan Wakil Ketua Komisi X ini di antaranya Wakil Ketua DPRD Manggarai, Agnes, Ketua  Komisi A DPRD Manggarai, Vincent Supriadi, Wakil Ketua Komisi A, Edy, dan beberapa anggota Komisi A.

Dalam pertemuan itu, Romo Papy menyampaikan/memperjuangkan beberapa hal penting di antaranya agar pemerintah mempertimbangkan kembali penempatan guru P3K dan PNS di sekolah swasta.

Selain itu, Romo Papy mengapresiasi  peraturan No 1 Tahun 2025 tentang penempatan PNS di sekolah-sekolah/swasta yayasan plus mengusulkan agar aturan ini perlu ada aturan lanjutannya dari BKN; dan menyampaikan aspirasi agar pemerintah pusat memperbaiki  sekolah-sekolah swasta yang rusak.

Romo Papy di hadapan Wakil Ketua Komisi X menggarisbawahi alasan mengapa ia memperjuangkan tiga hal di atas di antaranya karena sekolah swasta, termasuk sekolah-sekolah yang berada di bawah Yayasan yang dipimpinnya sama-sama mendidik anak bangsa untuk menjadi generasi yang lebih baik.

“Sebab sekolah Swasta dan Negeri sama-sama mendidik anak bangsa, mendidik anak Manggarai untuk masa depan yang baik,” kata Romo Papy yang juga Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Ruteng/Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Ruteng.

Baca Juga :  Sosok Siswa Tenggelam di Tiwu Pai di Mata Romo Enchik Kasek SMPK Fransikus Ruteng

Direspons Positif

Romo Papy kepada media ini, Kamis (27/2/2025) menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang menerima kedatangannya bersama rombongan dan merespons positif terkait beberapa hal yang disampaikannya.

“Terima kasih kepada Bapak Lalu Hardian Irfani yang dalam kesibukannya berkenan mendengarkan aspirasi dari sekolah swasta/yayasan. Luar biasa, Pak Lalu Hardian Irfani saat itu, datang dari dapil Sumatera ke Jakarta lalu dari airport langsung ke Ruang sidang. Luar biasa pengabdiannya. Apa yang saya sampaikan direspons positif oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu,” kata Romo Papy.

Romo Papy berharap agar Pemerintah mengangkat guru-guru P3K/PNS dari sekolah Yayasan dan ditempatkan kembali di sekolah Yayasan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa regulasi No. 1 Tahun  2025 yang mengatakan penempatan baru bisa dilaksanakan setelah 2 tahun mengabdi di sekolah negeri perlu diperbaiki dan direvisi yang isinya agar mereka yang lulus P3K/PNS langsung mengabdi di sekolah swasta.

“Karena kalau penempatan 2 tahun setelah lulus, waktunya terlalu lama. Mungkin saja Yayasan sudah cari guru baru karena yayasan tidak ingin anak-anak dibiarkan tanpa kehadiran seorang guru. Namun kemampuan finansial yayasan minim maka setelah lulus P3K/PNS mohon regulasi diperbaiki dan direvisi agar langsung mengabdi ke sekolah yayasan,” katanya.

DPRD Manggarai Concern dengan Dunia Pendidikan

Romo Papy pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada DPRD Manggarai yang selalu concern dan memberikan perhatian untuk memajukan dunia pendidikan.

“Saya menilai  DPRD Manggarai sangat perhatian dan concern  dengan pendidikan. Terima kasih untuk kebaikan dan perhatian yang memfasilitasi pertemuan di Jakarta,” katanya.

Baca Juga :  Distribusi Tenaga Kependidikan Tak Merata, Akar Soal Buruknya Nilai Literasi dan Numerasi Pendidikan di Manggarai

Secara khusus Romo Papy menyampaikan apresiasi atas respon positif yang ditunjukkan DPRD Manggarai, termasuk mempersiapkan kesukseskan pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi X di Jakarta.

“Pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI awalnya bermula dari upaya Ketua Yapersukma Keuskupan Ruteng yang mengajukan permohonan lisan kepada Ketua DPRD Manggarai agar berkenan mengadakan rapat dengar pendapat  yayasan dengan pihak DPRD”.

“Usulan diterima sehingga saya dan Pak Elyas Palma Staf Yapersukma mengadakan pertemuan di DPRD Kabupaten Manggarai sebelum berangkat ke Jakarta. Terima kasih kepada Wakil Ketua DPRD dan Pimpinan Komisi A yang juga berangkat ke Jakarta,” kata Romo Papy.

Romo Papy juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang selalu membantu sekolah Yayasan dengan menempatkan guru-guru PNS di sekolah yayasan.

Profil Romo Papy Guru

Romo Papy Guru merupakan alumnus IFTK Ledalero. Usai ditahbiskan menjadi imam, Romo Papy melanjutkan pendidikan  S2 Psikologi Konseling di University of Santo Tomas Manila Philipine.

Sebelum dipercaya menjadi  Ketua Yapersukma dan Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Ruteng/Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Ruteng, Romo Papy pernah mengajar di Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia Maumere, dan Dosen Psikologi Politik pada Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero.

Romo Papy juga selama belasan tahun dipercaya menjadi Formatur Fratres Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret dan mengemban tugas sebagai Ekonom. *

Penulis : Walburgus Abulat

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 678 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA