Komunitas Masyarakat Adat Suku Soge dan Goban Desak Pemerintah Bertanggungjawab Terhadap Masalah HGU Nangahale - FloresPos Net

Komunitas Masyarakat Adat Suku Soge dan Goban Desak Pemerintah Bertanggungjawab Terhadap Masalah HGU Nangahale

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut saat berada di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (17/2/2025). (FOTO: EBED DE ROSARY)

Warga Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut saat berada di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (17/2/2025). (FOTO: EBED DE ROSARY)

MAUMERE, FLORESPOS.net– Puluhan masyarakat yang menamakan diri komunitas masyarakat adat dari Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut mendatangi Kantor Bupati Sikka pada Senin (17/2/2025).

Mereka menyampaikan berbagai hal terkait keluarnya sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale untuk PT. Krisrama dan mempersoalkan redistribusi tanah di lokasi HGU Nangahale, Kecamatan Talibura.

“Kami mengantar masyarakat adat Suku Soge dan Goban sebagai korban penggusuran ke kantor Bupati Sikka,” kata Koordinator Komunitas Masyarakat Adat, Wilfiridus Iku, Senin (17/2/2025).

Baca Juga :  PMKRI Maumere Desak Polres Sikka Usut Kasus Kematian Ibu Melahirkan di RS TC Hillers

Saat berdialog dengan Penjabat Bupati Sikka di depan pintu gerbang Kantor Bupati Sikka, Wilfridus menegaskan mereka meminta pemerintah bertanggungjawab terhadap penggusuran rumah warga di lahan HGU Nangahale.

Kedua sebutnya, soal redistribusi tanah, Penjabat Bupati Sikka tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut.

Pihaknya juga meminta pemerintah bertanggungjawab atas kerusakan rumah warga akibat adanya penggusuran tersebut.

“Kenapa sebelum adanya konflik pemerintah, baik kabupaten, provinsi dan pusat tidak melakukan redistribusi tanah?,” tanyanya.

Baca Juga :  Nelayan di Sikka Dapat Bantuan Kapal dan Alat Tangkap

Wilfridus menyebutkan, masyarakata adat Suku Soge Natarmage dan Suku Goban Runut meminta agar menunda proses redistribusi tanah dan menyelesaikan konflik terlebih dahulu.

Pihaknya juga meminta Komnas HAM untuk turun menyelesaikan konflik tanah yang berkepanjangan ini dan meminta Pemerintah Kabupaten Sikka membatalkan SK HGU karena cacat administrasi.

“Masyarakat kedua suku ini juga menolak kebijakan redistribusi tanah di lokasi HGU Nangahale,” tegasnya.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Polres Ende Polda NTT Dirikan Tenda jadi Ruang Kelas Darurat Pascagempa di SMPN 1 Ende
VDS Group Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa di Ngada
Jumlah Pengungsi Menurun, Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur Terus Bergerak
Caritas Distribusikan Paket Bantuan ke 31 Paroki Terdampak Gempa di Keuskupan Ruteng
Kapolres Ende Gunakan Helikopter Distribusi Bantuan ke Dua Desa Terisolir di Ende
Anggota DPRD Ende Desak Pemerintah Buka Media Center di Posko Tanggap Darurat
BPJS Ketenagakerjaan Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores, Himbau Warga Manfaatkan Relaksasi oleh Pemerintah
Berita ini 356 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Polres Ende Polda NTT Dirikan Tenda jadi Ruang Kelas Darurat Pascagempa di SMPN 1 Ende

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:29 WITA

VDS Group Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa di Ngada

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:39 WITA

Jumlah Pengungsi Menurun, Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur Terus Bergerak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:54 WITA

Kapolres Ende Gunakan Helikopter Distribusi Bantuan ke Dua Desa Terisolir di Ende

Berita Terbaru

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Feature

Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia

Senin, 31 Agu 2026 - 10:57 WITA

Nusa Bunga

VDS Group Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa di Ngada

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:29 WITA