Warga Golo Mori Manggarai Barat Minta Air Bersih, Jembatan dan Dokter - FloresPos Net

Warga Golo Mori Manggarai Barat Minta Air Bersih, Jembatan dan Dokter

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 20:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Warga Desa Golo Mori Kecamatan Komodo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), segera membangun jaringan air minum bersih dan jembatan Wae Mese. Warga nilai 2 hal itu mendesak, bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.

Demikian Hasanudin, Anggota DPRD Mabar kepada media ini di Labuan Bajo, Rabu (18/12/2024). Sehari sebelumnya, politisi Partai Perindo tersebut menjalani tugas kedewanan di Desa Golo Mori.

Tidak hanya itu, masyarakat Desa Golo Mori juga meminta Pemkab Mabar secepatnya menempatkan dokter umum dan dokter gigi di Puskesmas Golo Mori, termasuk membangun laboratorium.

“Apa gunanya gedung Puskesmas itu dibangun bagus tanpa tenaga dokter dan laboratorium,” ungkap anggota dewan disapa Hasan itu mengutip warga.

Bukan cuma itu, penduduk Golo Mori, seperti dikemukakan Hasan, juga memohon Pemkab Mabar membangun tambah ruang kelas baru di SDN Jarak,

Selain itu, juga perbaiki ruang perpustakaan SMP Satap Jarak karena sudah rusak parah termakan usia, bangunan lama. Perpustakan merupakan tempat baca, sebagai literasi.

“Ini keluhan, aspirasi warga Golo Mori. Mereka minta pemerintah (Pemkab Mabar) bangun cepat hal-hal tadi, termasuk pengadaan dokter dan lain-lain,”  kata Hasan.

Hasan mendesak Pemkab Mabar segera keluarkan ijin operasional Puskesmas Golo Mori.

Warga yang butuh surat rujukan masa harus datang di Puskesmas Benteng gegara Puskesmas Golo Mori belum ada ijin operasional.

“Ini mendesak, darurat, emergensi. Benteng dan Golo Mori itu jauh,” ujar Hasan.

Baca Juga :  Buka Rapat FKP, Sekda Sodo Tekankan Pentingnya Mal Pelayanan Publik di Mabar

Lanjut Hasan, beberapa anak kampung di Golo Mori selama ini memang ada jaringan air bersih, tapi debit kecil.

Diduga karena tak ada bak penampung di mata air yang jaraknya sekitar 7 ktau 8 kilom eter dari permukiman warga itu Air di mata aair tersebutstabil keluar sepanjang tahun.

“Sepertinya pipa warga langsung colok di mata aair sehingga sampai di masyarakat airnya kecil,” kata Hasan.

Padahal, kata dia, debit mata air tersebut cukup besar, bahkan mungkin bisa melayani seluruh Golo Mori, termasuk di Soknar dan kawasan ITDC Golo Mori jika diurus baik.

Masih Hasan, warga setempat jeminta Pemkab Mabar segera mmemangun jembatan Wae Mese karena banyak alasan. Antara lain di sebelah timur kali banyak anak kampung dan sebelah barat kali juga banyak permukiman warga, termasuk ada sejumlah fasilitas umum, seperti SD Jarak serta SMP Satap Jarak dan lain-lain.

Bagi anak-anak sekolah yang tingal di bagian timur kali kalau pas banjir hampir pasti absen, karena sulit melewati banjir kali Wae Mese. Warga lain di timur kali yang ada keperluan di sebelah barat kali juga akan mengalami nasib serupa.

Jika jembatan Wae Mese sudah dibangun Pemkab Mabar, bakal banyak keuntungan. Tidak cuma buat warga timur dan barat kali Wae Mese Golo Mori, tetapi juga penghubung Kecamatan Sano Nggoang-Mabar, dan sepertinya kelak nanti akan jadi bagian dari jalan poros selatan trans Flores.

Baca Juga :  Di Manggarai Barat Ada Candi Buatan Makluk Halus

Dari dulu sampai sekarang warga Kecamatan Sano Nggoang yang menggunakan jalur Golo Mori/kali Wae Mese antara lain dari Golo Sengang, Naga, Creng, Cramba, Paku, Mata Wae, dan Nunang.

Untuk itu, sangat berharap kepada Pemkab Mabar segera bangun  jembatan Wae Mese sekaligus mengaspalkan jalan lintasan itu yang sampai sekarang masih bebatuan dan sebagian mungkin masih rintasan.

Perlu diingati pula, bahwa warga masyarakat dari beberapa wilayah di Kecamatan Sano Nggoang tadi sampai sekarang masih datang di Pasar Lenteng-Golo Mori melalu ruas jalan tersebut.

Kemudian, jalur ini juga paling pendek untuk daerah pelayanan pastoral Paroki Nunang. Karena Stasi Lo’ok di Desa Golo Mori bagian dari Paroki Nunang. Pusat Paroki Nunang berada di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggong-Mabar.

Penduduk Golo Sengang, Paku, Mata Wae, Cremba, Naga, Creng, Nunang dan lain-lain paling dekat dengan Golo Mori. Kalau jalannya aspal mungkin hanya ditempuh sekitar 1 jam atau 1,5 jam sampai di Labuan Bajo ibu kota Mabar. Tetapi kalau putar ikut Werang ibu kota Kecamatan Sano Nggoang karena jalannya baik, lalu masuk Labuan Bajo, waktu tempuhnya mungkin 5-7 jam baru sampai di Golo Mori.

Atas pertimbangan-pertimbangan itu semua, kepada Pemkab Mabar sangat berharap agar secepatnya bangun jembatan Wae Mese dan bangun jalan poros selatan Mabar via Golo Mori, tutup Hasan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru