REO, FLORESPOS.net-Puluhan siswa kelompok minat menulis jurnalistik SMAS St. Gregorius (SMAGER) Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Jurnalistik Mading dan Publikasi (Jumpa) antusias mengikuti workshop bertajuk Memotret Realita Lewat Lensa dan Pena di Aula lembaga pendidikan ini, Rabu (16/10/2024) hingga Kamis (17/10/2024).
Kegiatan dibuka oleh Kasek SMAGER RD. Yosef Oriol Dampuk, S.Fil, M.Th. atau yang akrab disapa Romo Yoris.
Selaku narasumber selama workshop ini, Wartawan Senior Wall Abulat yang juga Pemimpin Redaksi Mudikalink.net dan Wakil Pemimpin Redaksi Florespos.net.
Tiga Materi Utama
Narasumber Wall Abulat selama kegiatan ini membahas tiga materi utama, yakni Teknik Menulis Berita, Teknik Menulis Feature dan Opini, kiat-kiat membuat angle berita dan komposisi berita.
Selaku moderator selama kegiatan ini tiga pembina ekstrakurikuler (ekskul) Jumpa, Sebastianus Utu, S.Pd; Febrianus Nagut, S.Fil, dan Yakobus Gunardi Waret, S.Pd.

Wall Abulat dalam materinya antara lain menjelaskan esensi berita dan feature serta opini; nilai-nilai berita yang meliputi aktualitas, pentingnya/sesuatu yang dianggap penting terutama untuk diketahui pembaca, pendengar, pemirsa dan masyarakat luas; dampaknya di mana terkait peristiwa yang berdampak pada kehidupan manusia misalnya kelangkaan minyak tanah, air macet/kelangkaan air, kenaikan BBM dll; kedekatan/proximity: dekat dengan pembaca; konflik: fisik, emosional: partai politik: rapat rusuh di Gedung DPRD, dll; ketokohan: bisa orang terkenal, bisa juga orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang luar biasa dalam situasi biasa; dan keunikan/luar biasa: misal pisang bertandan dua, atau kambing bertanduk lima, dll.
Narasumber juga menjelaskan secara detail tentang prinsip-prinsip penulisan berita/karya tulis seperti: masuk akal: semua disajikan secara logis; jelas: baik kata, kalimat, paragraf harus jelas; hemat kata: jangan bertele-tele; seimbang:cover both side/cover all side:netral; jangan memvonis orang; dan nara sumber harus punya otoritas baik namanya maupun jabatannya.
“Terkait otoritas narasumber ini, misal kalau terkait data, kebijakan dan perkembangan SMAS Katolik Santo Gregorius Reo maka harus mewawancarai Kasek RD. Oriol Dampuk, S.Fil, M.Th atau Humas atau guru yang ditunjuk, dan jangan wawancarai satpam atau warga sekitar sekolah;” kata Wall Abulat.
Ragam Karya Jurnalistik
Wall Abulat selama kegiatan ini juga menjelaskan ragam karya jurnalistik yang meliputi: berita langsung yang ditulis secara singkat, lugas dan apa adanya.
Berita ini harus memenuhi unsur 5 W + H (who/siapa, what/apa, when/kapan, where/di mana/, why/mengapa, dan how/bagaimana); feature: tulisan yang dibuat berdasarkan daya pikat manusiawi/human interest dan tidak berikat pada tata penulisan yang baku seperti berita langsung; dan opini: pernyataan yang berisi pendapat, pemikiran, pendirian, dan saran atau pemikiran seseorang atas suatu hal atau peristiwa.
Alumnus IFTK Ledalero ini juga menjelaskan secara gamblang terkait angle berita/tulisan: Aspek tertentu dari suatu peristiwa/kegiatan untuk dijadikan berita/tulisan; syarat angle berita/tulisan: harus menarik, diperkuat data, dan disesuaikan karakter media atau tujuan tulisan itu; dan komposisi berita/tulisan yang meliputi: judul berita head news; teras berita/lead: bagian berita yang terletak pada alinea pertama yang biasanya mengandung unsur 5 W + H; perangkai berita/tulisan; tubuh berita/tulisa; dan kaki berita/kesimpulan.
Narasumber juga selama kegiatan ini menyebut beberapa kiat untuk menghasilkan tulisan menarik seperti memberi roh pada tulisan kita. Roh tulisan ditentukan beberapa hal; ulasan detail pada manusianya: ibu hamil, balita gizi, dan para pihak yang terlibat di dalamnya:tokoh agama, kepala desa, dan elemen masyarakat lainnya.
Tulisan harus menampilkan wajah dan kisah manusia yang ada di dalamnya,dengan pergulatannya karena kemiskinan, masalah air, transportasi dll; tempat: Tulisan, profil dan laporan kita menjadi hidup jika kita menggambarkan sisi tempatnya yang kuat.
Seperti apa tempat dampingan kita, jaraknya, apa bisa ditempuh dengan kendaraan atau dengan jalan kaki, dll; irama: tulisan kita, entah laporan, profil dsb akan menjadi monoton/ membosankan bila dibuat secara datar. Tulisan menjadi hidup kalau disisipkan unsur kutipan dari manusia, anekdotnya, humornya, dialognya, sudut pandang; dan aspek warnanya: aspek pancaindera: citarasa, suara, bau, perasaan, gerakan, dll.
Guru dan Siswa Antusias

Selama kegiatan ini berlangsung para siswa yang didampingi sejumlah guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Beberapa siswa di antaranya Natasya Roswita Sari (Tasya), Alina F. Johan (Nasrin), dan Klementius Lode (Reno) menyatakan keingintahuan mereka untuk mendalam kiat-kiat menulis jurnalistik, dan membagikan pengalaman dalam menghasilkan karya-karya fiksi.
Sementara beberapa guru di antaranya Wakasek Kurikulum Gregorius Ambot, S.Pd (Gris); Wakasek Kesiswaan Maximilianus Lembunai, S.Pd (Max); Sebastianus Utu, S.Pd; Febrianus Nagut, S.Fil, dan Yakobus Gunardi Waret, S.Pd berpartisipasi aktif mendalami materi dengan membagikan pengalaman mereka memajukan tulis menulis dan dipublikasikan di majalah dinding dan media online selama ini.
Para guru juga bertekad untuk terus menghasilkan karya jurnalistik, baik berita langsung, feature, maupun opini dan bertekdan mempublikasikan karya-karya ini di beberapa media online.
Dukung Majukan Jurnalistik
Kasek Romo Yoris dalam sambutannya saat membuka Workshop ini antara lain menyatakan dukungannya untuk memajukan karya jurnalistik di sekolah yang dipimpinnya dan terus memotivasi pada siswa untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik, khususnya berita langsung dan feature.
Romo Yoris juga membagikan pengalamannya yang gemar menulis opini dan dipublikasikan pada sejumlah media sejak menjalani formasi pembinaan di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret dan di STFK Ledalero.
“Saya minta para siswa untuk terus memajukan karya jurnalistik,” pinta Romo Yoris. *
Kontributor: Natasya Roswita Sari dan Monfort Wilson (Siswa SMAS St. Gregorius Reo)
Editor : Wentho Eliando










