RUTENG, FLORESPOS.net-Kinerja sangat bagus diperlihatkan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Manggarai, NTT dalam merealisasikan pendapat asli daerah (PAD) tahun ini.
Baru setengah tahun, realisasi PAD-nya telah mencapai angka melampaui target tahun 2022 lalu. Riilnya pencapaian per Juli 2023, mencapai sebesar Rp 308, 6 juta lebih.
Dihubungi wartawan, Selasa (1/8/2023), Kepala DLHD Manggarai, Kanis Nasak mengatakan, tahun lalu, target PAD dari instansi yang dipimpinnya sebesar Rp 303 juta lebih. Pencapaiannya melampaui target itu.
“Komitmen kita untuk pertahankan kinerja itu pada tahun ini. Malah kerja harus lebih keras karena target tahun 2023, sangat tinggi, yakni Rp 750 juta-an,” katanya.
Dikatakan, kerja keras diperlihatkan jajarannya. Tandanya, tren bagus yang ditandai dengan realisasi per setengah tahun 2023 ini.
Pencapaian per Juli, sudah menyentuh 41 persen atau sebesar Rp 308,641 juta lebih dari target sebesar Rp 750 juta lebih.
Atas pencapaian itu, sebagai pimpinan dirinya sangat mengapresiasi kepada semua pegawai dan para petugas di lapangan yang bekerja profesional dan berkomitmen tinggi untuk merealisasikan PAD.
“Saya berterimakasih untuk kerja bersama kita. Seterusnya, kita tak boleh mundur lagi agar target tahun ini bisa tembus nantinya,” katanya.
Ditanya tentang apakah besarnya pendapatan karena kian bertambahnya pelanggan, Kadis Kanis yang juga Ketua Federasi Kempo Indonesia (FKI) Provinsi NTT itu, menjelaskan, hal itu juga menjadi salah satu faktor berupa perluasan pelayanan sampah baik di Kota Ruteng, Reo, Cancar, dan Pagal.
Lalu, juga mulai tahun ini dilakukan juga penertiban pungutan retribusi di kelurahan-kelurahan dengan menerjunkan petugas dari Dinas. Pungutan tidak lagi mengandalkan petugas di kelurahan.
Kadis Kanis juga mengakui adanya kendala dalam pelayanan sampah selama ini. Soalnya kendaraan yang mengangkut sampah sudah berusia tua. Malah, ada yang sudah tidak beroperasi lagi karena tidak bisa diperbaiki.
Kendala yang ada kiranya menjadi perhatian ke depan demi pelayanan persampahan yang lebih baik di daerah ini.
Sebelumnya, warga kota, Yeremias Tani mengatakan, membayar retribusi sebetulnya tidak ada soal bagi masyarakat. Yang penting dibarengi dengan pelayanan pengangkutan sampah.
“Catatan kita adalah sampah harus cepat angkut begitu ditaruh pada titiknya. Dan, sejauh ini di wilayah kita tidak ada masalah,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










