Gubernur Beri Isyarat Hadirkan Pabrik Porang di Wilayah Utara Manggarai - FloresPos Net

Gubernur Beri Isyarat Hadirkan Pabrik Porang di Wilayah Utara Manggarai

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2023 - 11:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Seperti memahami betul kegelisahan masyarakat soal porang, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memberi isyarat menghadirkan pabriknya di wilayah utara Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ketika berbicara dalam acara bincang-bincang di Aula Paroki Kajong, Kevikepan Rep, Keuskupan Ruteng, Minggu (15/5/2023) malam, Gubernur Laiskodat mengatakan, di beberapa titik dalam perjalanan dari Labuan Bajo, Mabar hingga Kajong, Manggarai terlihat warga mengurus Porang atau Wanga dalam bahasa warga setempat.

“Luar biasa dengan Porang ini. Ternyata sangat banyak. Tadi saya saksikan di wilayah perbatasan Mabar dan Manggarai begitu banyak Porang,” katanya.

Soal Porang ini, demikian Gubernur Laiskodat, sudah mulai berbicara dengan kawan-kawan pengusaha untuk menghadirkan pabriknya di kawasan ini. Pabrik  sudah pasti akan menyerap semua komoditas Porang ini.

Baca Juga :  Rektor Unika Santo Paulus Ruteng Launching Dies Natalis ke-67

Dikatakan, sekilas terlihat potensi Porang sangat besar di kawasan ini. Tetapi, potensi ini belum dikelola secara baik atau seperti umumnya terjadi mengandalkan penjualan ke pulau lain.

Publik dunia, demikian  Gubernur Laiskodat, tahu Porang banyak sekali manfaatnya. Paling utama menjadi bahan makanan yang bergizi tinggi.

Porang berserat tinggi, tetapi kadar gulanya rendah. Jadi, sangat baik untuk kesehatan.

Potensi  Porang baik di wilayah Kecamatan Masang Pacar, Mabar maupun di Kecamatan  Reok Barat seperti dipantau wartawan, Minggu dan Senin (14-15/5/2023) bisaa dipastikan sangat banyak.

Di wilayah Pateng dan Kampung Munta, ada aktivitas penjemuran Porang. Lalu, ada aktivitas  pengumpulan Porang yang baru digali dari masyarakat. Ada juga aktivitas membersihkan umbi dan mengirisnya menjadi lempengan.

Baca Juga :  Keluhan IGTKI Manggarai, Banyak Program Tak Bisa Dilaksanakan

Lalu, sepanjang jalan provinsi dari Pateng hingga Pacar, terlihat tumpukkan karung berisi  umbi Porang. Porang dalam karung siap dijual dan diangkut pembeli.

Seorang warga di Kampung Munta, Domi Yen, mengatakan, antusiasme untuk usaha Wanga sudah mengendur karena harga anjlok. Harga mentah per kilogramnya cuma Rp 1.500 dan kering Rp 12.000-an.

“Jadi, petani tidak semangat untuk tanam. Namun, pembelian tetap ada. Buktinya ada konsentrasi Wanga di Munta dan Pateng,” katanya.

Harapannya, lanjut Domi, situasi berubah. Harga membaik sehingga petani bisa kembali bergairah mengembangkan Wanga ini.*

Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA