ENDE, FLORESPOS.net-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari mendukung bahkan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) menuntaskan dugaan uang hilang sebesar Rp 3 Miliar di RSUD Ende.
“Sebagai Kepala Dinas Kesehatan saya berharap penyidik secepatnya menuntaskan kasus ini. Saya mendorong penyidik secepatnya menyelidiki dan tuntaskan kasus ini”.
Kata dr Aries Dwi Lestari menjawab wartawan usai mengikuti kegiatan rapat koordinasi Desk Pilkada Ende di hotel Flores Mandiri, Senin (12/8/2024) sore.
Dokter Aries mengatakan rumah sakit itu adalah UPT Organisasi Bersifat Khusus (OBK) maka memiliki otonomi sendiri dalam dalam mengelola keuangan, SDM dan aset.
Dengan demikian maka, lanjut dr Aries, terkait dengan uang hilang dan selisih adalah uang milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang otonominya ada pada direktur rumah sakit.
Saat ditanya terkait dengan dampak dari pelayanan di RSUD Ende akibat uang hilang, dr Aries mengatakan tanyakan kepada direktur.
“Soal dampak pelayanan dari selisih atau uang hilang itu mungkin lebih tepat tanyakan kepada direktur rumah sakit. Dinas Kesehatan itu sifatnya kordinasi selebihnya rumah sakit itu OBK dan dia punya otonomi kelola uang, SDM dan aset,” katanya.
Dokter Aries juga mengatakan dirinya menjabat sebagai direktur RSUD Ende dari tahun 2021-2022. Setelah itu ada direktur lain di tahun 2023 dan 2024.
Ia mendorong kasus ini dituntaskan karena uang senilai Rp 3 Miliar lebih itu sangat besar dan mengganggu pelayanan di RSUD Ende.
Diberitakan sebelumnya di media ini, direktur RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita mengakui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Kabupaten Ende kehilangan uang sebesar Rp 3 miliar hilang di rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh dr. Ester Puspa Jelita saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Ende, Rabu (24/7/2024) malam di ruang gabungan komisi kantor DPRD Ende.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan RSUD Ende dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso.
Anggota DPRD Ende yang hadir pada RDP tersebut Maria Margareta Siga Sare,Yulius Cesar Nonga, Muhammad Orba Kamu Ima, Fadlin Delly, Chairul Anwar, Samsudin, Yohanes Marinus Kota, Yohanes Don Bosco Rega, Maximus Deki, Mahmud, dan Syukri Abdullah.
Terkait uang hilang tersebut, lanjut dr. Ester pihaknya sudah membentuk tim investigasi untuk melakukan penelusuran.
“Kami sudah bentuk tim investigasi,” kata dr. Ester.
Kasus uang hilang di RSUD Ende sudah ditangani oleh penyidik Tipikor Reskrim Polres Ende. Sejauh ini penyidik sudah memanggil dan memeriksa para saksi terkait. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










