Kemendikbudristek Kembali Gelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal di Flores Timur - FloresPos Net

Kemendikbudristek Kembali Gelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal di Flores Timur

- Jurnalis

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat akan segera menggelar Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) di Provinsi NTT.

Sekolah Lapang di Provinsi NTT dipusatkan di Kabupaten Flores Timur sebagai tuan rumah dan melibatkan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Alor sejatinya akan di gelar di Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada Juni mendatang.

Kemendikbudristek memberi perhatian besar terhadap Flores Timur dalam beberapa tahun terakhir terkait dengan Program SLKL.

Tahun 2021, Kemendikbudristek memulainya di Desa Kalike Aimatan, Kecamatan Solor Selatan dilanjutkan di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan dan presentasi program berupa Festival Gena Era di Leworok, Kecamatan Titetehena pada tahun 2023.

Pemuda-pemudi yang mengikuti program SLKL ini disebut Pandu Budaya yang bertugas menemukenali obyek pemajuan kebudayaan di wilayahnya masing-masing.

Bulan Maret 2024 kemarin, sepuluh dari 25 pandu produk SLKL tahun 2023 telah mengikuti pelatihan untuk menjadi fasilitator yang akan membimbing calon pandu baru.

Calon pandu tahun ini sebanyak 24 orang yang terdiri dari 8 Pandu dari daratan Larantuka, 8 orang lagi dari daratan Solor dan 8 orang dari daratan Adonara.

Fokus dari SLKL tahun 2024 ini, adalah penggalian pangan lokal sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan.

“Harga beras terus naik. Belanja beras tiap harinya begitu tinggi. Dan rata-rata beras tersebut berasal dari luar Flores Timur. Artinya program ini sangat berguna terutama untuk menahan aliran uang keluar daerah. Lebih baik uang itu beredar di petani dan nelayan kita,” jelas Maria Natalia Ana Yusti, salah seorang fasilitator Pandu Budaya Flores Timur dalam rilis yang diterima Florespos.net, Kamis (16/5/2024).

Baca Juga :  Peringatan Hardiknas 2026, Bupati Sikka Luncurkan Empat Inovasi Literasi untuk Masyarakat

Maria Natalia mengajak generasi muda untuk menyambut inisiatif baik dari Kemdikbudristek.

“Ini adalah kesempatan dimana kita diberi ruang untuk mempelajari budaya dan kearifan lokal kita sendiri. Budaya sangatlah penting dalam membangun identitas diri sebagai masyarakat berbudaya. Dan budaya itu berhubungan dengan hidup konkret kita. Menyangkut bagaimana seharusnya kita hidup, bersikap dan berlaku,” katanya.

Maria Natalia Ana Yusti bersama 2 faslitator Pandu Budaya asal Kabupaten Flores Timur, Toni Lamabelawa, dan Fery Huler awal bulan kemarin mendapat apresiasi diundang secara khusus apel Hardiknas di Kemdikbudristek.

SLKL adalah model sekolah informal yang menerapkan pembelajaran kontekstual yang sejalan dengan spirit Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Dalam mempersiapkan SLKL Tahun 2024, Rosalina Zweidhika dan Liliana Puspitasari dari Dirktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat didampingi oleh Pamong Budaya Vitus Pehan, Fasilitator Pandu Budaya Antoni Lamablawa dan Maria Natalia Ana Yusti bertemu dengan Calon Pandu Budaya daratan Adonara di Desa Bungalawan Kecamatan Ileboleng pada Rabu 15 Mei 2024.

Maria Natalia mengatakan, Kepala Desa Bungalawan Petrus Payon Kuma mengapresiasi pertemuan awal tersebut sebagai upaya baik, awal yang baik, bagi kerjasama menjaga dan memajukan kebudayaan.

“Semoga pengalaman-pengalaman baik, praktek-praktek baik yang dimiliki oleh team yang bisa dibagikan untuk pemajuan Budaya yang ada di Desa Bungalawan. Saya atas nama masyarakat Desa Bungalawan mengucapkan limpa terima kasih atas kunjungan team SLKL,” kata Kades Petrus dikutib Maria Natalia.

Baca Juga :  Pemda Nagekeo Gelar Bimtek Peningkatan Produksi Pangan Antisipasi Dampak El Nino

Rosalina Zweidhika mewakili Direktur KMA menyampaikan bahwa kegiatan SLKL terlahir karena kegelisahan akan potensi pangan lokal masyarakat adat yang kaya namun mulai tidak dikonsumsi lagi oleh generasi saat ini.

Sementara harga beras terus menanjaknya. SLKL adalah ruang belajar bersama akan pentingnya mengenali pangan lokal yang masih ada dan yang terancam punah termasuk bagaimana cara memperoleh, mengelola dan mengkonsumsinya.

“Kami mengharapkan kerjasama, gotong-royong dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Empu Budaya untuk membantu generasi muda pandu budaya dalam kerja pemajuan kebudayaan yang berguna bagi masyarakat pemilik budaya itu sendiri,” kata Rosalina.

Pendamping Pandu Budaya Silvester Petara Hurit dihubungi terpisah, Kamis (16/5/2024), menyampaikan akan pentingnya kerja gotong-royong membangun kebudayaan terutama kita sebagai pemilik budaya.

“Kemdikbudristek sebenarnya sangat membantu perwujudan Program Nona Sari Setia (No Nasi Sehari, Kita Sehat, Bahagia dan Aman) yang dicanangkan Pemda Flores Timur. Pandu budaya kita ditambah dengan tahun kemarin akan berjumlah 49 orang. Mereka adalah generasi muda yang tersebar di masyarakat. Bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk kampanye pangan lokal,” katanya.

“Idealnya, Nona Sari Setia menjelmah gerakan kebudayaan, gerakan penyadaran. Kita adalah apa yang kita makan, kita pakai. Penyakit hari ini dan kesehatan generasi kita misalnya, sangat ditentukan oleh apa yang kita makan. Makanan yang kita beli hari ini tak bebas dari pengawet, perasa dan pewarna. Dan celaka jika kita tidak melek terhadap apa yang masuk ke tubuh, pikiran dan batinkita!,” kata Sil Hurit. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Wall Abulat

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA