Pemerintah Manggarai Deteksi Kelompok Doa Miliki Uskup di Satar Mese Barat - FloresPos Net

Pemerintah Manggarai Deteksi Kelompok Doa Miliki Uskup di Satar Mese Barat

- Jurnalis

Rabu, 15 Mei 2024 - 19:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Pemkab Manggarai, NTT, melalui Kesbangpol Linmas mendeteksi aliran atau kelompok doa yang berbeda dari agama-agama yang ada.

Di Manggarai, yang sudah diketahui adalah dua kelompok baik di Kota Ruteng maupun di Kecamatan Satar Mese Barat. Di Kecamatan Satar Mese Barat malah memiliki pemimpinnya seorang uskup.

Ketika berbicara pada momen kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial yang diadakan Kodim 1612/Manggarai, NTT, Selasa (14/5/2024), Kaban Kesbangpol Linmas Manggarai, Gon Nggarang mengatakan, dalam kaitan dengan kehidupan beragama, jelas agama yang diakui pemerintah atau negara.

“Tetapi, ada juga tidak terdata pada agama-agama yang ada. Apakah itu agama atau kelompok doa saja atau apa? Ini bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Dikatakan, sesuai dengan banyak informasi masuk ke pemerintah dan deteksi Kesbangpol Linmas, di Manggarai sudah ada dua kelompok doa itu.

Di Kecamatan Satar Mese Barat,  kelompok doa itu sudah memililiki banyak anggota  dan pemimpinnya disebut uskup.

Baca Juga :  BPDP Gelar Sosialisasi Program Beasiswa Sawit Dalam Rangka Pengarusutamaan Gender di Manggarai Barat

Inti ajarannya atau taglinenya ‘miliku milikmu dan milik kita bersama. Waktu doanya di tengah malam.

Instansinya, demikian Kaban Gon Nggarang, sekarang ini terus memantau situasi agar tidak terjadi konflik antar masyarakat setempat praktik doa yang tidak biasa seperti itu.

Namun, pemantauan dan komunikasi intensif ke lokasi itu sedikit kendala karena signal handphone tidak ada.

Lalu yang di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong. Kelompok ini menamakan diri Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa. Kitab Sucinya bergambar pedang.

Kelompok ini lebih maju lagi. Anggotanya yang di Ruteng diberi handphone canggih dari dan secara rutin mendapatkan kiriman buku-buku dari Jakarta.

Komunikasi lebih banyak lewat handphone dan sudah memiliki grup WA sendiri. Dari grup WA diketahui bahwa anggotanya sudah 1.000-an yang tersebar di mana-mana di Manggarai, Flores, dan NTT ini.

Inti ajarannya: Tuhan Yesus melakukan karya keselamatan untuk umat manusia. Namun karyaNya belum tuntas atau belum selesai.

Baca Juga :  Pilgub NTT Dipastikan Tidak Ada Calon Independen

Karena itu,Tuhan datang lagi untuk kedua kalinya dan Tuhan datang melalui seorang perempuan. Perempuan itu berada di China dan merupakan pimpinan tertinggi dari kelompok ini.

Di Ruteng ini, posisinya hanya sebagai koordinator. Koordinator ini menyebarkan paham dan doa-doa lewat grup WA dan juga meneruskan pengiriman buku-buku ke seluruh NTT.

Lanjut Kaban Gon Nggarang, bisa saja, menimbulkan konflik akibat beda persepsi antara masyarakat lain dan anggota kelompok tersebut.

“Maka semua perlu secara serius untuk bersama-sama menangani perbedaan-perbedaan seperti ini,” katanya.

Seorang peserta Damianus Garut mengatakan, adanya kelompok doa atau aliran baru keyakinan itu memang perlu disikapi serius agar tidak terjadi main hakim sendiri dalam masyarakat.

“Kiranya soal ini tidak dibiarkan agar tidak menimbulkan soal nantinya. Pemerintah dan Gereja harus bergerak bersama agar suasana hati umat dan rakyatnya tetap aman dan nyaman,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’
Komisi 1 DPRD Ende Berharap Gabriel Dala Mampu Membangun Kolaborasi yang Baik antara Legislatif dan Eksekutif
Ini Yang Dilakukan Gabriel Dala Setelah Dilantik jadi Sekda Ende Definitif
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:54 WITA

Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:54 WITA

Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA