RUTENG, FLORESPOS.net-Di SMPN 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, permainan ular tangga tak sekadar permainan, tetapi menjadi media edukasi pembelajaran dalam ujian akhir mata pelajaran Matematika.
Riilnya permainan ular tangga itu menjadi game tournament ditampilkan pada saat ujian praktik Matematika dengan materi bilangan berpangkat, bentuk akar, dan notasi ilmiah lainnya.
Pantauan Florespos.net, Selasa (7/5/2024), suasana dua ruang kelas ujian praktik permainan ular tangga tampak ramai karena silang pendapat para siswa dalam kelompoknya untuk mencakar dan menempatkan dadu.
Pola permainannya, yakni satu kelompok mengerjakan soal matematika dari kelompok lainnya baik dalam bentuk bilangan berpangkat maupun bentuk akar.
Jika jawaban benar, maka dadu bisa naik tangga dan kalau salah dadu bisa tetap atau turun tangga. Suasana seru.
Permainan terukur tersebut dalam pengawasan para guru bidang studi Matematika seperti Rodrigues Korbiniana Tildy, Theresia Nuriati, Melania Liliastri Sali, dan Frans Suhardi.
Dan, suasana ramai juga terjadi pada ruang ujian praktik mata pelajaran lain seperti bahasa Inggris dengan guru-gurunya, yakni Antonius Riberu, Emi Serli Lehot, Lusia Retnaningrum, Klau dia Triani.
Lalu, untuk pelajaran Seni dan Budaya dengan guru penguji Hilde Marlisa Ndaeng, Febryansah, dan ilmu pengetahuan alam, yakni guru Frans Nguru, Ni Wayan Putri Resnasari, Asriana Bahagia Asar, Isadora Nahi, Ulrich Pajang Lamsi, dan Anastasia Siun.
Menurut Kaseknya, ujian praktik para siswa kelas IX berlangsung selama tiga hari. Hari terakhir ujian praktik prakarya.
“Ujian teori dan praktik sesuai dengan laporan dan pantauan selama dua pekan ini, berjalan lancar sesuai dengan skedul,” katanya.
Semua bekerja keras sesuai dengan tugas masing-masing mulai dari para guru bidang studi, panitia ujian, operator, dan pegawai agar ujian akhir sekolah tahun pelajaran 2023/2024 dilaksanakan dengan baik.
Sedang guru matematika, Ny. Rodrigues Korbiniana Tildy mengatakan, semua tahu itu permainan ular tangga. Sebagai permainan itu, maka hal itu dilakukan dalam suasana gembira dan senang.
“Karena ini permainan, maka suasana harus gembira, rileks. Para siswa dalam kelompoknya bermain ular tangga edukasi dengan mengerjakan soal matematika yang dibuat kelompok lainnya,” katanya.
Dikatakan, soal-soal disusun para siswa di kelompoknya. Soal-soal itu dikerjakan kelompok siswa mainnya.
Para siswa dalam permainan ular tangga edukasi dengan metode team game tournament. Karena itu, setiap kelompok harus bersaing untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Yang dinilai dari permainan edukasi ini, yakni siswa kian memahami materi bilangan berpangkat dan bentuk akar, siswa menciptakan permainan edukasi apa saja (kali ini ular tangga).
Dan, para siswa bisa bermain dengan baik dan hasilnya ada berupa jawaban yang benar dari soal-soal yang disediakan.
Ditanya tentang praksis pelaksanaan permainan, guru Tildy menjelaskan, umumnya jalan bagus. Para siswa aktif memberikan kontribusi dalam kelompoknya.
Lalu, soal-soal yang dihasilkan, ada juga yang di luar dugaan para guru alias sudah tinggi tingkatnya. Anak-anak sudah jauh sekali berpikir dan pemahamannya.
“Soal-soal yang dibuat siswa itu nanti akan disimpan di sekolah. Dan, bisa menjadi bank soal untuk ke depannya. Ada ratusan soal yang dihasilkan,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










