Kampanye Sertifikasi Halal Sasaran Desa Wisata Masuk Manggarai - FloresPos Net

Kampanye Sertifikasi Halal Sasaran Desa Wisata Masuk Manggarai

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 15:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Sasaran kampanye sertifikasi produk halal tidak saja disasarkan pada dunia usaha atau pelaku wisata tingkat Nasional, tetapi juga sudah masuk ke daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Manggarai, NTT.

Untuk Kabupaten Manggarai, kampanye sertifikasi halal telah mulai dilaksanakan dan kegiatan perdana menyasar Desa Wisata Ruteng Puu di Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, pekan lalu.

Kampanye sertifikasi halal yang dipimpin Kakan Kementerian Agama Manggarai, Pontius Mudin merupakan implementasi program dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI.

Data dan informasi yang diterima wartawan dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Selasa (7/5/2024) menyebutkan, apa yang dilakukan di Kampung adat/Desa Wisata Ruteng Puu merupakan tindak lanjut dari program Nasional  3.000 desa wisata yang  dicanangkan BPJPH Kementerian Agama RI.

Sasarannya adalah pelaku usaha, pengelola desa wisata, kelompok sadar wisata, kepala desa, dan lembaga terkait.

Baca Juga :  Tinggi Minat Masyarakat Manggarai Barat Menjadi Peserta BPJS Kesehatan, APBD Juga Mendukung

Untuk pendaftarannya sendiri masih gratis sampai 16 Oktober 2024 dan setelahnya, yakni 17 Oktober nanti, pendaftarannya dikenakan biaya.

Untuk Manggarai, targetnya hanya satu desa wisata. Sasaran itu sesuai dengan daftar yang dikirim dari BPJPH Kementerian Agama Pusat.

Pada momen kampanye sertifikasi halal di Kampung Ruteng Puu, Kakan Kementerian Agama Manggarai, Pontius Mudin menekan pentingnya mengantongi sertifikasi produk UMKM yang halal.

“Dengan adanya label produk halal, maka pengaruh positifnya banyak seperti bisa memperluas segmen pasar dan pembelinya,” katanya.

Kalau produk semisal kopi bubuk yang enak, tetapi tidak mengantongi sertifikasi halal, segmen pasarnya bisa saja terbatas. Lain cerita jika sudah memiliki sertifikasi halal.

Menurutnya, adanya sertifikasi halal itu bertujuan, yakni memberi kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat yang menggunakannya.

Baca Juga :  Dewan Soroti Rendahnya Realisasi PAD di Ende, Ahmad: Kami Kekurangan Tenaga

Lalu, meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam memproduksi produk yang halal sehingga memperluas segmen pemasaran dan pembelinya.

Program wajib sertifikasi halal sendiri merupakan hasil kerja sama BPJPH Kementerian Agama RI dengan Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif RI untuk bersinergi dan berkolaborasi mempercepat sertifikasi halal bagi produk layanan wisata.

Komitmen itu juga menjadi upaya kolaboratif kedua kementerian dalam menyukseskan wajib halal Oktober 2024 yang riilnya berlaku per 18 Oktober nanti.

Humas Rian Aban mengatakan, kegiatan kampanye sertifikasi halal itu dihadiri cukup banyak segmen mulai dari unsur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Manggarai, unsur kelurahan, para tokoh adat, tokoh masyarakat.

“Dan, tentu juga para pelaku UMKM yang bergerak di bidang pariwisata,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA