LARANTUKA, FLORESPOS.net– Deker Lungu Wra’ak di Desa Lewobelen, Kecamatan Lewolema ambruk. Akses jalan dari dan ke lintas Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Flores Timur, NTT, putus total.
Sekretaris Desa Lewobelen, Kecamatan Lewolema Florianus Kumanireng mengatakan, Deker Wra’ak ambruk diterjang banjir akibat hujan lebat.
“Deker Lungu Wra’ak ini berlokasi di Desa Lewobelen persisnya setelah lapangan sepak bola ambruk. Kejadian pada Minggu pukul 10.00 Wita. Saat ini, akses jalan lintas Pantura putus total,” katanya kepada Florespos.net melalui telepon, Senin (11/3/2024) siang.
Menurut Flori Kumanireng, selama tiga hari ini, Kabupaten Flores Timur, termasuk di wilayah Pantura diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang.

“Hujan masih turun di wilayah Pantura Flores Timur. Deker masih terputus. Akses jalan lintas pantura terputus total sejak Minggu kemarin,” katanya.
Sekretaris Kecamatan Lewolema Kowa Kleden membenarkan hal tersebut. Menurut dia, deker tersebut terputus akibat diterjang banjir. Hingga saat ini belum ada tindak lanjutan di lokasi karena hujan masih turun.
“Hujan masih turun. Kami belum turun ke lokasi. Tapi informasi ini sudah kami koordinasikan,” kata Kowa Kleden.
Senada disampaikan Camat Lewolema Heri Tokan. Dia menjelaskan, Desa Lewobele berada di pinggir pantai utara dan berbukit.

Menurut Heri Tokan, kali ini berada di luar perkampungan tepatnya antara Desa Lewobelen menuju Desa Koliwutun di Kecamatan Titehena.
“Banjir dari bukit dan ada luapan dari sumber mata air yang melewati kali tersebut. Air juga meluap sampai badan jembatan/deker. Jembatan/deker ambruk sehingga jalan pantura putus,” katanya.
Heri Tokan mengatakan, kondisi warga setempat aman. Tetapi aktivitas warga Desa Koliwutun, Serinuho dan Desa Lewobelen saat ini sangat terganggu.
Kata Heri Tokan, warga di wilayah Pantura Flores Timur tidak bisa melintasi jalan tersebut.
“Dampak dari deker/jembatan putus ini, aktivitas masyarakat terutama ke kebun tidak bisa karena tidak ada jalan alternatif lain. Rata-rata masyarakat mempunyai lahan/kebun di wilayah sebelah jembatan yang putus,” katanya. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus









