Cari Suami yang Hilang di Bandara Komodo, Keluarga Almarhum Carmila Koordinasi dengan Polres Ngada - FloresPos Net

Cari Suami yang Hilang di Bandara Komodo, Keluarga Almarhum Carmila Koordinasi dengan Polres Ngada

- Jurnalis

Selasa, 27 Februari 2024 - 18:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Guna mencari keberadaan Don Bosco S.Wae, warga Jalan Merya Sari Gang Bambu Utama Sidakarya, Denpasar Selatan yang diduga kabur usai mengantar mayat istrinya, Carmila Edo Redo di Bandara Komodo, Minggu (25/2/2024), keluarga berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Ngada.

Don Bosco Wae menghilang di Bandara Komodo Labuan Bajo usai menurunkan jenazah istrinya yang ditemukan tewas tergantung di kos-kosan Kamar No 4,Jalan Merya Sari Gang Bambu Utama No 3, Denpasar pada Rabu (21/2/2024) lalu.

Seperti disaksikan Florespos.net, Selasa (27/2/2024) di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngada keluarga almarhum Carmila diterima petugas Piket Polres Ngada, Didik dan Oman yang langsung berkoordinasi dengan petugas Piket Reskim Polres Ngada, Peter Kobos.

Perwakilan keluarga masing-masing, Ferdinandus Kimi, Yulius Yoseph Bu’u berkoordinasi dengan pihak Polres Ngada terkait kaburnya suami dari Almarhumah Carmila Edo Redo saat tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo pada Minggu (25/2-2025).

Kepada polisi yang bertugas disampaikan bahwa keluarga menunggu hingga penguburan almarhumah Carmila, Senin (26/2/2024) namun sang suami tidak kunjung hadir.

Mereka khawatir suami korban lari juga dari tanggung jawab terhadap 3 orang anak yang masih kecil yang mana telah ditinggalkan ibu mereka dan di saat yang sama ayah mereka hilang entah ke mana.

Baca Juga :  Perkuat Budaya Manggarai, IFG dan Institute Manggarai Gelar Seminar dan Terbitkan Ensiklopedia Budaya

Ferdinandus Kimi yang merupakan ipar kandung Almarhumah Carmila merupakan orang yang juga bersama istrinya mengantar mayat almarhumah Carmila namun menggunakan pesawat berbeda dari Denpasar dan tiba di Bandara Komodo selisih 1 jam.

“Saya tidak bisa bayangkan kalausaya dan istri saya tidak ada dan dia kabur. Tiga anak balita itu pasti ditelantarkan juga di Bandara,” katanya.

Suami almarhumah Carmila menurutnya informasi yang diperoleh, selama di Denpasar bekerja sebagai kurir salah satu jasa penitipan barang.

Dia bernama lengkap Don Bosco S.Wae, namun sering disapa Jordi mana ayahnya berasal dari Dizi Gedha, Kecamatan Golewa Barat dan Ibunya berasal dari Kampung Boba, Desa Bobamuri, Kecamatan Bajawa Utara namun berdomisili di Puunaka, Kecamatan End Selatan, Kabupaten Ende.

Saat pemakaman almarhum Karmila pada Senin ( 26/2/2024) di Gou orang tua dari suaminya turut hadir.

“Kami koordinasikan dengan pihak kepolisian karena menjadi pertanyaan kenapa suaminya kabur dan tinggalkan mayat istri dan ketiga anaknya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Askab Ende Pastikan Perse Ikut ETMC, Tunjuk Mikael Badeoda Jadi Manejer

Pada kesempatan tersebut kedua perwakilan keluarga tersebut langsung berkoordinasi dengan kepolisian di Sanur, Bali dan aparat Polres Ngada.

Petugas Polres Ngada meminta keluarga almarhum Karmila yang ada di Denpasar untuk terus mengikuti perkembangan karena berdasarkan koordinasi tersebut korban (almarhumah carmila) sudah diotopsi oleh dokter Forensik dan hasilnya akan diperoleh 10 hari lagi.

Yoyon keluarga lainnya mengatakan, kalaupun suami korban datang dan mengantar hingga ke rumah pihak keluarga menjamin untuk melindunginya. Sebab soal kematian sudarinya Carmila hanya kepolisian yang menyimpulkannya.

Bagi keluarga, yang penting  adalah tanggung jawab seorang suami dan juga seorang ayah yang harus ditunjukkan ketika kedukaan ini terjadi.

“Hati seorang ayah sungguh keterlaluan ketika melihat tiga anaknya harus mencari ayah dan ibu mereka,” ungkapnya.

Keluarga berharap kepada masyarakat atau siapapun yang mengetahui keberadaan suami dari almarhumah Carmila untuk bisa menyampaikan kepada keluarga ataupun kepada pihak berwajib.

Sementara itu anggota Reskrim Polres Ngada, Peter Kobos mengatakan, pihaknya tentunya akan membantu termasuk berkoordinasi dengan Polsek Sanur di Polda Bali.*

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA