RUTENG, FLORESPOS.net-Sampah dari Kota Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memadati saluran irigasi dan petak sawah di wilayah itu. Pencemaran sawah tidak bisa terhindari.
Aneka sampah yang terhanyut saluran irigasi bisa dengan mudah terlihat di pinggir jalan Trans Flores Ruteng-Labuan Bajo. Serahkan sampah terlihat di sisi kiri dan kanan jalan raya, persisnya di sebelah timur Jembatan Wae Mese.
Berdasarkan pantauan Florespos.net, Jumat (16/2/2024), sampah itu bisa berserakan karena diangkat petani dari dalam saluran irigasi dan petak sawah sebelum dibajak.
Petani harus membereskan sampah dahulu dari saluran irigasi agar tidak mampet. Sampah juga harus diangkat dari petak sawah agar bisa dibajak dan ditanami padi.
Volume sampah cukup besar seperti terlihat pada tumpukkan dan serakkan aneka sampah di atas saluran irigasi dan bahkan petak sawah.
Sampah tersebut sudah pasti mencemarkan tanah dan sawah. Juga mencemarkan panorama persawahan yang indah dan hijau.
Seorang petani, Dedi Nakar mengatakan, sampah yang masuk ke sawah merupakan hasil buangan warga kota. Sampah dibuang ke saluran irigasi sejak dahulu hingga sekarang ini.
“Kami di sini terima terus sampah. Sampah masuk sawah dan mencemarkan tanah,” katanya.
Dia mengatakan, sampah yang ada biasanya diangkat dahulu baik dari saluran irigasi maupun petak sawah agar bersih. Petani harus siapkan waktu khusus untuk mengangkat sampah yang ada.
Masalah sampah di saluran irigasi dan petak sawah teratasi bila warga kota tidak lagi membuang sampah ke dalam saluran irigasi. Tertib membuang sampah.
Tetapi, kapan tertib membuang sampah terjadi? Hal itu yang tidak diketahui di tengah rendahnya kesadaraan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Seorang petani lain, Domi Maan mengatakan, mungkin diperlukan langkah luar biasa dalam mengatasi masalah sampah masuk sawah dan saluran irigasi, yakni menempatkan banyak sekali tong sampah di sepanjang saluran irigasi.
“Dengan itu, siapapun di wilayah hulu buang sampah di tong, bukan di saluran irigasi,” katanya.
Kata dia, sampah dalam tong harus diangkut setiap hari sehingga tidak menimbulkan soal baru di sepanjang saluran irigasi yang ada. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










